Nono Sampono juga mengunjungi makam-makan tokoh NU untuk ziarah. Di Karongan, Sampang Madura, Nono sowan ke Pengasuh Pondok Pesentren At-Thoriqi KH Alawy Muhammad. Bagi Nono, meminta restu kepada Kiai Alawi sebagai sebuah kewajiban karena dirinya adalah putra daerah Madura.
Ia memerlukan restu ulama Madura untuk memimpin Jakarta bersama Calon Gubernur Alex Noerdin. "Saya Nahdliyin yang berasal dari Madura," kata Nono, Jumat (22/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai menemui Kiai Alawy, Nono berziarah ke makam Syeh KH Muhammad Kholil di Bangkalan. Di kalangan NU, Kiai Kholil dikenal sebagai guru dan panutan warga NU.
Selanjutnya, Nono melakukan ziarah ke makam Sunan Drajat di Desa Drajat, Paciran, Lamongan, Jawa Timur. Ziarah bagi Nono merupakan tradisi warga Nahdliyin yang tetap harus dilaksanakan.
Setelah dari Lamongan, Nono ke Jombang untuk berziarah ke Makam KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di komplek Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jatim.
Bagi Nono, Gus Dur adalah ulama dan tokoh besar yang pernah dimiliki bangsa ini. Pemikiran dan gerakannya tentang kebangsaan sungguh luar biasa, dan membuat dunia mengaguminya. "Termasuk saya," kata Nono.
Di saat cucu pendiri NU KH Hasyim Asy'ari menjadi presiden, Nono merupakan Komandan PaspamPres.
"Gus Dur sangat berjasa bagi bangsa ini," pungkasnya usai bertemu dengan KH Sholahudin Wahid di Tebu Ireng.
(/)










































