"Yang bersangkutan memberikan dukungan Rp 667 juta untuk pelatihan paramiliter di Poso," ungkap Kabag Penum Polri, Kombes Boy Rafli Amar, di Jakarta, Jumat (22/6/2012).
Selain itu, RG yang ditahan sejak Mei lalu diketahui juga memberikan sokongan dana untuk pembelian senjata bagi kelompok teroris sebesar Rp 200 juta. Namun temuan ini masih diperlukan pendalaman lebih lanjut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang pertama adalah ruko tiga lantai di Azam Aquare, satu unit bangunan rumah tinggal beralamat di Jl Karya Kasih. Satu unit bangunanan rumah tinggal di Jl Ekawarni no 4 Medan, satu ruko di Jl Jenderal Sudirman," papar Boy.
Sekain itu RG diketahui membelanjakan uang hasil kejahatan untuk membeli peralatan elektronik dari Hongkong. Karena pada dasarnya RG ahli IT, maka belanja perangkat eleltronik yang nilanya mencapai Rp 36 juta dilakukan secara online.
"Barang-barang tersebut kini statusnya sudah penyitaan oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri," kata Boy.
(ahy/lh)











































