24 Kontainer Limbah B3 dan Sampah Dikembalikan ke Belanda

24 Kontainer Limbah B3 dan Sampah Dikembalikan ke Belanda

- detikNews
Jumat, 22 Jun 2012 14:26 WIB
Jakarta - 113 Kontainer yang berisi steel scrap dan limbah B3 serta sampah telah dikembalikan semua ke negara asalnya. 24 Kontainer terakhir berangkat menggunakan kapal MSC Hobart menuju Belanda.

"Tanggal 9 Maret 2012, kita telah melakukan pengiriman 89 kontainer ke Inggris, disaksikan Menteri Keuangan dan Menteri Lingkungan Hidup. Hari ini kita melaksanakan sisa dari 113 kontainer yang terkontaminasi limbah B3, yakni sejumlah 24 kontainer ke Belanda. Dengan dilaksanakannya maka ketentuan Menteri Perdagangan telah selesai dilaksanakan," kata Humas Kantor Pelayanan Umum Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok, Agus Rofiudin, pada wartawan di Terminal Peti Kemas Koja, Jakarta Utara, Jumat (22/6/2012).

Pantauan detikcom di terminal peti kemas Koja, ada 12 peti kontainer yang diangkut oleh truk menuju kapal MSC Hobart, ke 12 peti tersebut dipindahkan ke atas kapal. Sedangkan 12 peti lainnya sudah berada di atas kapal dengan tujuan Belanda tersebut sebelum para wartawan mendatangi lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus menjelaskan kerugian negara karena peti berisi limbah B3 yang diimport oleh PT HHS tersebut hanya kerugian imateril. Ia mengkhawatirkan dampak dari limbah tersebut terhadap lingkungan di Indonesia.

"Kerugian negara itu imaterial lingkungan hidup. Kerusakan lingkungan di negara kita tidak ternilai. Kita menggunakan UU No. 10/1995 dan No. 17/2006, tersangkanya korporat," ujar Agus.

Pengiriman kembali limbah B3 tersebut memakan waktu selama kurang lebih empat bulan. Hal ini dikarenakan kantor pelayanan umum Pelabuhan Tanjung Priok menunggu notifikasi dari negara tujuan re-eksport tersebut.

"Jadi kita minta notifikasi dari negara asal peti kontainer itu. Mereka bersedia menerima kembali, kita menunggu itu. Jadi dilakukan dua tahap realisasi karena harus menunggu notifikasi negara tujuan," ujar Agus.

24 peti kontainer tersebut akan diterima oleh perusahaan eksportir di Belanda. "Penerima di sana Viber Inc," tutup Agus.

(vid/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads