Berdasarkan informasi yang dihimpun, tim itu berangkat pada Kamis 21 Juni. Namun baru mulai bergerak pada Jumat 22 Juni ini. Tim berpencar menjadi dua, ada yang ke Batam dan ada juga yang ke Pekanbaru.
Khusus untuk tim yang di Batam, tim melakukan penelusuran tempat-tempat yang dilewati atau disinggahi Neneng. Salah satunya, hotel Grand Batam Center.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perjalanan Neneng ke Indonesia dari Malaysia sebenarnya berawal dari Selasa (12/6). Ia pergi ke Batam melalui jalur laut dan sempat bermalam di Hotel Central Batam.
Pada Rabu 13 Juni sekitar pukul 09.30 WIB, Neneng yang ditemani oleh seorang perempuan bertolak ke Jakarta. Kali ini, ia menumpang pesawat Citilink guna mencapai Bandara Soekarno-Hatta.
KPK justru mendapat informasi berbeda. Dari informasi yang masuk, Neneng seharusnya menumpang pesawat Garuda Indonesia.
KPK pun kemudian menyebarkan tim ke sejumlah tempat yang bakal diendus bakal didatangi Neneng. Salah satu tim juga berusaha untuk membuntuti Neneng yang meninggalkan bandara menggunakan taxi silver bird. Namun lagi-lagi KPK kehilangan jejak Neneng.
Keberadaan Neneng kembali diketahui tengah berada di Kemang. Ia berada di Kemang diduga untuk membeli makanan. Dari situ, Neneng pun kembali memberhentikan taxi guna menumpang ke rumahnya di kawasan Pejaten. Di situ, istri M Nazaruddin ini akhirnya ditangkap.
(/aan)











































