Layaknya seorang manusia yang semakin tua semakin lemah, hal tersebut juga berlaku untuk Ibu Kota Indonesia ini. Infrastruktur jalanan yang makin berlubang hingga alat transportasi massal yang sudah reot, menandakan Jakarta seperti kakek yang tua renta.
Hal itu dikatan oleh pengamat tata kota, Yayat Supriatna saat berbincang dengan detikcom, Jumat (22/6/2012). Ia mengatakan jika manusia saat umur tua banyak melakukan make up, maka Jakarta sebaliknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jakarta sebagai magnet ekonomi Indonesia, seharusnya sudah memiliki sarana transportasi massal yang lebih layak sebagai penopang ekonomi. Karena hal tersebut tidak dilakukan maka kemacetan pun seakan tidak akan hilang dari citra Jakarta.
"Di usia dan keadaaan seperti sekarang ini, harusnya kita sudah punya sarana transportasi yang baik seperti monorail dan kereta bawah tanah," papar Yayat.
Tidak ada kado spesial yang diberikan kepada warga Jakarta selain kemacetan dan kemiskinan. Yayat berharap agar di tahun-tahun berikutnya, Jakarta bisa menjadi salah satu metropolitan yang modern dan bisa mengikuti perkembangan zaman sesuai tuntutan warga.
"Ulang tahun Jakarta ini hanya menyisakan masalah masa lalu saja, tidak ada kado untuk warganya. Inilah yang menandakan bahwa Jakarta semakin tua semakin lemah, tidak bisa ikuti dinamika yang ada," jelas Yayat.
(rvk/)










































