"Kalau itu benar terjadi, ini menunjukkan korupsi di Indonesia sudah masuk fase kritis karena menyebar ke semua lini termasuk agama yang mestinya jadi benteng untuk melawan korupsi. Karena itu penanganan kasus ini mesti diprioritaskan sebab selain merugikan keuangan negara, juga mencegah demoralisasi di lembaga/kementerian lain dan masyarakat," ujar Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesian Corruption Watch (ICW), Ade Irawan, dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Jumat (22/6/2012).
Menurutnya, pencegahan demoralisasi ini penting karena selama ini masyarakat melihat Kementerian Agama sebagai salah satu rujukan moral mereka. ICW sendiri, menurut Ade, belum memiliki bahan terkait dugaan korupsi yang diendus KPK.
Sebelumnya, Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), KMS Rony, menyebut tindak pidana korupsi yang ada di Indonesia sudah menggurita di mana-mana. Salah satunya di institusi pemerintah yang mengurusi mengenai keagamaan di Indonesia yaitu Kementerian Agama.
"Masalah korupsi tergantung personel dan peluangnya. Tidak mesti harus di DPR. Contohnya ada di Kementerian Agama yang pernah ada kasus korupsi pengadaan Alquran," ucap Rony di Seminar Nasional bertajuk 'Peranan Civitas Akademika Dalam Pemberantasan Korupsi di Indonesia' di Universitas Al-Azhar Indonesia, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu.
(rmd/nrl)











































