"Itu sebuah pembangkangan terhadap Kapolda. Kami, seluruh kandidat, baru saja sehari teken kesepakatan damai. Kapolda berpesan jelas bahwa yang dipentingkan bukan verbal, tapi di lapangan," jelas Hidayat.
Hal itu disampaikan Hidayat usai acara pengumuman lomba foto dan video mirip Hidayat-Didik di Hidayat-Didik Center, Jalan Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Kamis (21/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya harap Kapolda dan seluruh jajarannya menangkap pelaku teror pada kader kami. Tidak hanya pada kader kami, siapapun juga yang mengalami hal ini. Apalagi kader kami juga pernah ditodong pistol, dikeroyok preman," tegas dia.
Jadi apakah kasus ini akan dilaporkan ke polisi? "Harus dilaporkan ke polisi. Saya dengar Pak Suryadi (timses yang diteror bom molotov) akan melaporkan ke polisi hari ini dengan tim hukum," jawab Hidayat.
Sebelumnya diberitakan bom molotov tersebut dilemparkan orang tak dikenal ke rumah salah seorang anggota timses Hidayat-Didik, Suryadi, di Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Bom molotov mengenai bagian belakang mobil Suryadi, yang diparkir di dalam pagar rumah. Akibatnya cover ban serep meleleh akibat terbakar. Beruntung api segera dipadamkan sehingga tidak membuat kerusakan yang lebih besar.
Menurut keterangan warga yang menjadi saksi mata, pelakunya adalah dua orang yang mengendarai sepeda motor. Hari ini Suryadi akan melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian terdekat.
(nwk/)











































