Hari Suwandi Jalan Kaki Sidoarjo-Jakarta, Tuntut Keadilan Lapindo

Hari Suwandi Jalan Kaki Sidoarjo-Jakarta, Tuntut Keadilan Lapindo

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 21 Jun 2012 19:50 WIB
Hari Suwandi Jalan Kaki Sidoarjo-Jakarta, Tuntut Keadilan Lapindo
Jakarta - Berjalan kaki dari Sidoarjo, Jawa Timur, ke Jakarta dilakukan Hari Suwandi tanpa kenal lelah. Tujuannya cuma satu, mendapat keadilan atas kasus lumpur Lapindo. Saat ini perjalanan Hari sudah sampai Semarang. Selama kurun waktu itu, pria ini banyak mendapat kisah.

Pada Kamis (21/6/2011) ini, Hari tiba di kantor DPRD Jateng. Dia sengaja menyambangi kantor DPRD guna meminta dukungan aksi jalan kaki mendukung hak korban lumpur Lapindo. Namun dia justru diminta keluar dari gedung tersebut oleh petugas keamanan di pintu masuk.

Sedianya Hari akan menjual video dokumenter terkait lumpur Lapindo kepada anggota Dewan. Namun ketika tiba di pintu gerbang, seorang petugas Satpol PP mengusirnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pak, kalau jual di jalan kan lebih laris. Mending Bapak di luar saja," kata salah seorang petugas Satpol PP kepada Hari sambil mendorongnya keluar dari depan pintu masuk gedung DPRD Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Kamis (21/6/2012).

Sontak emosi Hari tersulut dan ia pun berteriak marah di depan gedung DPRD. Peristiwa tersebut lantas menarik perhatian orang sekitar. Bahkan beberapa orang sampai keluar gedung untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi.

"Ini kan rumah rakyat, kenapa saya tidak boleh masuk? Sambutannya sama saja seperti di Jatim!" teriak Hari marah.

"Saya minta dukungan dengan menjual VCD yang hasilnya untuk perjalanan saya ke Jakarta. Tidak hanya sekadar meminta-minta," imbuhnya.

Kejadian di gedung DPRD tersebut merupakan kisah tersendiri dalam perjalanan Hari. Sebelumnya, ketika tiba di Rembang ia sempat kecopetan dan kehilangan sejumlah uang hasil penjualan VCD.

"Di Masjid Karanganyar Rembang celana disobek dan uang hasil penjualan Rp 700 ribu hilang," kata rekan Hari, Harsowiyono.

Hari berangkat dari titik depan pos pantau BPLS Desa Siring, Porong Sidoarjo sejak tanggal 14 Juni lalu diiringi oleh rekannya, Harsowiyono, yang mengendarai sepeda motor. Rencananya mereka akan tiba di Wisma Bakrie di Jakarta dan Istana Negara tanggal 13 atau 14 Juli mendatang.

"Saya berharap bisa bertemu dengan Presiden dan membicarakan ini semua. Saya juga siap dipertemukan dengan Ical (Aburizal Bakrie)," tutur Hari.

Dalam kesempatan itu Hari juga mengomentari ucapan Ical terkait aksi jalan kaki yang dilakukannya. Beberapa waktu lalu Ical berkomentar 'Capek dong," saat diminta komentarnya soal aksi Hari. Menurut Hari ucapan itu tidak pantas mengingat posisi Ical yang mengajukan diri menjadi calon presiden tahun 2014.

"Sama sekali tidak pantas. Apalagi nantinya menjadi pemimpin bangsa," ucapnya.

"Yang paling menyakitkan adalah kata-kata 'capek dong'. Saya juga bisa bilang, 'mau jadi presiden kok belum bisa melunasi ganti rugi, capek deh'," imbuhnya.

Pria asal Desa Kedungbendo RT 8 RW 3 Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo tersebut juga menyatakan sakit hatinya atas ucapan Ical yang mengatakan kalau pelaku aksi hanya pejalan kaki biasa dan bukan merupakan korban lumpur Lapindo. Ia siap untuk klarifikasi dan dihadapkan dengan Ical.

"Silakan hadapkan Ical dengan saya. Saya siap," ujarnya.

Pria yang sudah berjalan selama delapan hari tersebut menilai Ical mengulur-ulur pembayaran ganti rugi untuk kepentingan pilpres. "Nanti pasti baru diganti saat pemilihan presiden biar berkesan bagus," tuding Hari.

(/nrl)


Berita Terkait