Tommy Ngaku Diancam, Bhakti Investama: Kita Nggak Ada Urusan

Tommy Ngaku Diancam, Bhakti Investama: Kita Nggak Ada Urusan

- detikNews
Kamis, 21 Jun 2012 19:06 WIB
Jakarta - Pegawai KPP Sidoarjo, Tommny Hindratno mengaku mendapat ancaman dari pihak tertentu terkait perkara restitusi pajak PT Bhakti Investama. Pihak menajemen perusahaan miliki Hary Tanoeseodibjo itu menyatakan tidak tahu menahu perihal ancaman yang didapatkan Tommy.

"Jadi diancam gitu? Kita nggak ada urusanlah. Kami dari awal kan jelas, sama sekali tidak terkait dengan kasus ini, apalagi ancam mengancam," tutur kuasa hukum Bhakti Investama Andi Simangunsong ketika dikonfirmasi, Kamis (21/6/2012).

Seperti diberitakan, Tommy Hindratno berencana mengajukan perlindungan khusus ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Alasannya, dia mendapat ancaman terkait perkara yang menjeratnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beliau merasa perlu perlindungan khusus, dia mendapat ancaman," ujar kuasa hukum Tommy, Tito Hananta tanpa mau menjelaskan lebih jauh siapa yang memberikan ancaman itu.

Menurut pengakuan orang dekat Tommy, ancaman itu dilakukan oleh orang-orang yang meminta agar jangan mengkait-kaitkan kasus pajak itu dengan Bhakti Investama. Belum ada bukti otentik, apakah orang yang mengancam Tommy itu benar-benar suruhan dari perusahaan tersebut.

Tommy tertangkap sedang melakukan transaksi mencurigakan dengan James Gunarjo yang tak lain adalah konsultan freelance PT Agis. Keduanya ditangkap KPK pada Kamis (06/06/12) lalu.

Dalam penangkapan itu, KPK mengamankan sedikitnya uang dalam pecahan lima puluh ribu dan seratus ribu dengan total Rp280 juta. Mereka pun langsung ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka. Dalam pengembangan kasus ini, KPK kemudian menggeledah MNC Tower di Kebon Sirih, Jakarta beberapa waktu lalu.

Penggeledahan ini diduga ada keterkaitan dengan status James yang bekerja di perusaahan tersebut. Buntut dari kasus ini, KPK berencana akan memanggil CEO MNC Group, Harry Tanoe pada Kamis, 28 Juni 2012.

(/lh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini