"Getaran pesawat saat jatuh kayak gempa, bergetar kencang. Ibu saya yang di rumah juga merasakan getarannya," ujar Zidan (11), saksi mata di Kompleks Rajawali, Jl Elang No 11, Halim, Jakarta Timur, Kamis (21/6/2012).
Zidan mengaku sedang duduk bersama teman-temannya di pinggir lapangan Bandara Halim. Tiba-tiba dia melihat Fokker oleng dan menabrak rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Posisi Fokker saat akan jatuh, lanjut Zidan, terlihat seperti akan mendarat. Namun ternyata pesawat oleng, jatuh dan menghantam rumah warga.
"Kepalanya hancur karena nabrak duluan. Badannya masih utuh. Begitu jatuh sempat meledak 2 kali. Sempat kelihatan api besar lalu asap tinggi nutupin api," ucap Zidan.
(nwy/nrl)










































