"Pesawat ini diproduk tahun 1975 dipakai oleh TNI AU sejak 1976, memang sudah termasuk tua tapi masih terawat. Pesawat F-27 sudah direncanakan diganti,"kata Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanuddin, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/6/2012).
Menurutnya penggantian demi keamanan penerbangan dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun 2012. Sebab pada saat itu barulah CN-295 penggantinya siap digunakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Desakan agar Fokker 27 dikandangkan juga datang dari Komisi V DPR. Komisi perhubungan memantau perlunya TNI meremajakan pesawat transportnya.
"Pertama-tama saya turut prihatin dan turut berduka cita atas musibah jatuhnya pesawat TNI AU, kita semua tahu kalau pesawat Fokker adalah pesawat yang sudah usia tua yang mana pabriknya saja sudah tutup. Saran kami sebaiknya pesawat-pesawat fokker sudah tidak digunakan lagi terutama TNI karena suku cadangnya saja sudah kebanyakan dikanibal, kasihan perwira terlatih kita yang gagah perkasa harus dengan sedikit nekat masih harus menerbangkan pesawat tua," ujar anggota Komisi V DPR, Saleh Husin, dalam pesan singkatnya.
Mabes TNI mengkonfirmasi sementara korban yang tertimpa Fokker-27 di Komplek Rajawali, Halim Perdanakusumah, sekitar 3 orang, di antaranya anak-anak. Korban ini bisa bertambah.
"Dari 8 rumah yang tertimpa (pesawat) ada korban 3 atau berapa, lagi didata. Korban yang ketimpa pesawat harus diidentifikasi secara tertib," jelas Kapuspen Mabes TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul ketika dikonfirmasi detikcom, Kamis (21/6/2012).
Belum diketahui kondisi korban yang tertimpa pesawat yang sedang ditangani di RSAU dr Esnawan Antariksa itu.
Sebelumnya dia menjelaskan, 3 kru di pesawat tersebut meninggal dunia. Mereka adalah pilot Mayor Pnb Hery, kopilot Lettu Paulus. Sedangkan kru yang meninggal adalah Lettu Fahroni.
(van/lh)











































