"Kalau bicara survei, memang terjadi dukungan publik terhadap PD turun. Survei itu tidak selamanya buruk. Turunnya PD menunjukkan ada komunikasi dan image berubah di masyarakat. Persepsi publik sudah menganggap ada perselihan antara Anas dan SBY. Itulah yang berparuh tinggi terhadap penurunan citra PD," kata pengamat politik Sukardi Rinakit dalam dialektika di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/6/2012).
Penurunan suara PD, menurut Sukardi, lebih disebabkan terkait buruknya persepsi PD di hadapan rakyat. Internal PD harus berkaca dan melakukan introspeksi diri menyikapi hal ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Solusinya sebenarnya sederhana saja. PD cukup melakukan konsolidasi internal. Ketua Dewan Pembina PD, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga perlu mengambil sikap tegas.
"Sejauh SBY tidak turun tangan, persoalan berkepanjangan. Yang menentukan adalah konsolidasi internal. Urusan politik diselesaikan," lanjur Sukardi.
Kalaupun menunggu penyelesaian hukum, akan sangat berlarut-larut. "Belum tentu setelah dijadikan tersangkanya Anas justru berimbas atau berarti apa-apa. Saya hitung 1,5 tahun sebelum pemilu. Karena itu harus September. Waktu itu pendek. Lewat dari itu susah," duganya.
(tor/lh)











































