Ranudirjo dengan usianya 14 tahun, belum bisa menjadi atlet pecatur sesuai dengan aturan yang ada. Namun demikian, Ranu sebagai anak jalanan yang cerdas untuk diboyong ke Riau untuk dipersiapkan menjadi atlet terbaik cabang catur untuk Riau mendatang.
"Jangan salah pengertian dulu. Anak itu belum bisa menjadi atlet karena umurnya masih belum cukup. Dia kita gembleng untuk atlet Riau mendatang. Kasihan kan masak anak secerdas itu dibiarkan terus menerus mengamen di jalanan," kata Syamsurizal.
Melihat potensi Ranu yang begitu besar, yakni pandai main catur dan pandai menyanyi, Syamsurizal menyebut, pihaknya membawa Ranu ke Riau. Dan saat ini Ranu juga di sekolahkan secara baik-baik.
"Kita malah kasih garansi agar Ranu ini kita sekolahkan sampai jenjang tertinggi sampai perguruan tinggi. Kita tidak tega melihat anak bangsa yang berpotensi di negara ini, namun tidak ada yang memperhatikannya. Inilah awal kita mengapa merekrutnya untuk jadi atlet handalan Riau masa depan, bukan PON sekarang ini," kata Syamsurizal.
Syamsurizal juga menyebut, bahwa biaya sekolah Ranu merupakan tanggung jawab pribadinya. Sedangkan kedua orangtuanya, secara pribadi dia mencoba membantu untuk menjadi tenaga honor di PB PON. Begitupun, soal honor bukannya tidak diberikan. Hanya saja persoalan honor ada mekanisme administrasi yang harus dilalui.
"Soal honor itu tidak menjadi masalah. Karena akan tetap dibayar, hanya saja masih ada administrasi yang harus kami selesaikan. Karena kedua orangtuanya diangkat menjadi honorer harus ada SK Gubernur, bukan SK saya. Jadi tidaklah benar jika kami dituding menelantarkannya," kata Syamsurizal.
Sepanjang belum menerima honor, lanjut Syamsurizal, pihaknya juga tetap membantu segala kebutuhan orangtua Ranu. Malah misalnya, Ranu pergi ke Jakarta untuk kepentingan acara televisi swasta tetap saja dibantu.
"Untuk Ranu segala keperluannya tetap kita cukupi, karena ini komitmen sejak awal. Kalau orangtuanya sekarang ngomong yang aneh-aneh ya mau diapakan lagi. Biarkan saja, tapi kita tetap berkomitmen Ranu selaku generasi berpotensi tetap akan kita sekolah kan di Riau," kata Syamsurizal.
Syamsurizal menyebut, sejak awal sudah ada kesepakatan, bahwa urusan Ranu untuk kepentingan dunia pendidikan sepenuhnya akan dibantu. Sedangkan untuk kebutuhan kehidupan orangtua Ranu tentunya hal itu menjadi tanggungjawab sendiri.
"Sebagai niat baik, kita usahakan orangtuanya menjadi tenaga honor di PB PON. Ini tentunya untuk sementara agar mereka punya kegiatan. Nah selanjutnya bagaimana mereka bisa menambah kehidupannnya sendiri, tentulah itu urusan pribadi mereka pula," kata Syamsurizal.
(cha/trw)











































