Menko Polhukam: Indikator Negara Gagal Seperti Apa?

Menko Polhukam: Indikator Negara Gagal Seperti Apa?

Luhur Hertanto - detikNews
Kamis, 21 Jun 2012 12:22 WIB
Menko Polhukam: Indikator Negara Gagal Seperti Apa?
Jakarta - Menko Polhukam Djoko Suyanto mempertanyakan parameter yang dipakai The Fund for Peace hingga menyatakan Indonesia sebagai negara gagal. Faktanya komunitas internasional menilai Indonesia sebagai salah satu negara yang sukses menangkis dampak krisis ekonomi berkepanjangan di Eropa dan AS.

"Indikator negara gagal itu seperti apa sih?" gugat Djoko, melalui telepon, Kamis (21/6/2012).

Catatan ekonomi Indonesia di tengah krisis ekonomi Eropa dan AS sejak 2008 lalu yang dampaknya telah menghantam berbagai negara, terhitung sangat baik. Indonesia memiliki cadangan devisa yang besarnya lebih dari US$ 115 dengan pertumbuhan ekonomi nasional stabil pada 6,5% di saat negara lain merosot hingga negatif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintahan juga berjalan dengan baik, mulai dari presiden hingga bupati dan walikota. Demokrasi tumbuh sangat baik yang ditandai dengan tidak ada hambatan bagi media massa melakukan check and balance dan kebebasan penuh kepada warga negara menyampai pendapatnya.

Namun memang masih ada kekurangan di sana-sini dalam bidang-bidang yang spesifik. Kekurangan itu adalah tugas bersama pemerintah dan warga masyarakat untuk memperbaikinya, bukan untuk sekadar dikeluhkan.

"Yang cuma mengeluh dan sinikal itu mestinya bersyukur dengan keadaan riil yang ada dan bersama-sama memperbaiki apa yang kurang, karena mereka sebenarnya telah melupakan nikmat yang telah dirasakannya," sambung Djoko.

Seperti diberitakan sebelumnya, Indonesia menurut riset nirlaba The Fund for Peace masuk dalam wilayah bahaya (in danger). Indonesia menempati posisi 63 dalam indeks negara yang dianggap gagal.

(lh/nrl)


Berita Terkait