"Kita sudah cek sejak malam dan siang ini tidak ada sampah angkasa yang jatuh. Jadi kemungkinan itu meteorit," kata Profesor Riset Astronomi Astrofisika Lapan Thomas Djamaluddin kepada detikcom, Kamis (21/6/2012).
Djamaluddin mengatakan, ukuran meteorit tidak terlalu besar sehingga membuat sulit terdeteksi saat memasuki bumi. "Ukuran meteorit cukup kecil sehingga sulit terdeteksi," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Komponen meteoritnya bisa berupa batu bisa juga berupa logam," katanya.
Menurutnya jika komponennya berupa logam, maka meteorit ini akan tersisa ketika jatuh. Sedangkan jika berupa batu, akan tergantung jenis batuannya. Jika batuan strukturnya cukup kuat maka akan bersisa, namun jika tidak maka akan terbakar habis di atmosfir.
"Kalau dilihat nanti akan ada bekas berupa batu yang menghitam seperti habis terbakar," katanya.
Benda yang diduga meteorit itu jatuh pada pukul 5 pagi. Benda itu menghujam genteng rumah sebelum meluluhlantakkan motor yang diparkir di dalam rumah.
(nal/nrl)










































