"Kalau mau ngomong soal keputusan, pakailah aturan konstitusi partai dan semua wajib tunduk," kata Pasek menilai tuntutan agar Anas mundur tidak sesuai AD/ART partai.
Hal ini disampaikan Pasek di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/6/2012). Menurut dia, setiap orang termasuk kader Demokrat memiliki kebebasan berpendapat. "Tapi semua harus tunduk terhadap sebuah konstitusi partai," tegasnya.
Karena itu, Pasek menilai suara sumbang soal posisi Anas, tidak akan dihiraukan. "(Permintaan mundur) tidak memenuhi kriteria bebas, cerdas dan santun," tuturnya.
Pasek menjelaskan pidato Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono terkait kader bermasalah tidak ditujukan untuk Anas. Menurutnya, SBY hanya mengingatkan agar kader menjaga etika berpolitik termasuk bebas dari masalah hukum.
Dia meminta kader yang menyerang Anas lewat berbagai pernyataan di media untuk menghentikan provokasinya. "Orang-orang seperti itu seharusnya disarankan untuk bercermin diri," sindirnya.
(fdn/fdn)











































