"Ya riak-riak seperti ini jelas harus di-clear-kan. Saya harap tidak diperlebar dan dipertajam lagi," kata Wasekjen DPP PD, Ramadhan Pohan, kepada detikcom, Rabu (20/6/2012).
Dia menegaskan, tidak sepatutnya antar kader PD saling serang di forum terbuka. Sebab di internal PD ada mekanisme tersendiri jika terjadi perbedaan pendapat atau sikap antar pada kadernya, termasuk bila menyangkut kepada senior PD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyinggung turunnya elektabilitas PD, menurut anggota Komisi I DPR ini, memerlukan introspeksi semua kader PD kemudian bersama-sama memperbaiki kekurangan yang terjadi. Mumpung saat ini peluang PD untuk memulihkan popularitasnya masih sangat terbuka lebar karena masih memiliki Presiden SBY yang popularitasnya terus stabil.
"Tatkala popularitas dan elektabilitas PD menurun, SBY tetap stabil di atas. Ini fenomena baru lho, dulu PD-SBY seiring dalam popularitas. Sekarang popularitas PD turun sedangkan kepercayaan publik tetap tinggi kepada SBY, selalu di atas 50 persen," papar Ramadhan yang sedang bersiap kembali ke Indonesia setelah kunjungan kerja dua hari di AS.
Seperti diberitakan sebelumnya, hasil survei yang menyatakan popularitas PD mengalami kemerosotan akibat beberapa politisinya terseret kasus Nazaruddin telah memicu suasana saling tuding di internalnya. Hingga muncul wacana agar Anas Urbaningrum dimundurkan dari posisi Ketum DPP PD.
Sebagian lainnya mengingatkan bahwa upaya melengserkan Anas Urbaningrum bertentangan dengan AD/ART partai. Jika aturan yang telah disepakati bersama dan menjadi acuan untuk pengambilan keputusan strategis partai itu diabaikan, maka loyalis Anas Urbaningrum siap melawan.
Sekretaris DPD PD DKI Irfan Gani menegaskan dirinya sangat taat pada konstitusi. Karena Anas Urbaningrum menjadi Ketum PD melalui forum tertinggi PD yakni kongres di Bandung, maka sudah sepantasnya para kader mematuhinya.
"Kepada senior kami tentu hormat, tapi sepanjang perjalanan dia menginjak-injak konstitusi dan anggaran dasar AD/ART PD, tentu kami akan melakukan perlawanan, yang juga dalam koridor AD/ART," tegas Irfan.
(lh/nrl)











































