Rombongan Komisi I DPR tengah berada di Amerika Serikat dan Inggris. Dua rombongan lainnya akan ke Spanyol dan Brazil pada awal Juli mendatang. Mereka menegaskan kunjungan kerja ke luar negeri untuk kepentingan rakyat dan karena itu tidak ada yang ditutupi dari masyarakat.
"Siapa yang disebut sembunyi-sembunyi? Semua kegiatan transparan kok, mungkin hanya masalah di Sekretariat/Humas SetJen DPR saja. Kalau anggota juga harus mengurusi hal yang bukan tupoksinya begitu, ya repot. Kami fokus ke content dan tugas sesuai tupoksi saja," kata salah seorang anggota Komisi I DPR yang tengah di AS, Roy Suryo, kepada detikcom, Rabu (20/6/2012).
Tim Komisi I DPR ke AS adalah Ramadhan Pohan, Tantowi Yahya, Machfudz Abdurrahman, Effendi Choiri (Gus Choi) dan Roy Suryo. Semua adalah anggota Panja RUU Penyiaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami hanya berlima ditambah drafter. Anda bayangkan pergi selama 25 jam ditambah selisih waktu 11 jam dan di sini hanya 2 hari. Kalau tidak benar-benar kerja dan demi rakyat, ya tidak akan dilakukan," lanjut Roy.
Semua pertemuan menurut Roy, terekam, tercatat dan bersifat sangat komprehensif. Sangat diperlukan menyongsong era digitalisasi penyiaran dan public broadcasting sesuai prinsip 'Diversity of Content' dan 'Diversity of Ownership'.
"Perlu diingat juga, selain fungsi utama pertahanan dan intelijen, Komisi I adalah yang juga membidangi fungsi Kominfo dan Luar Negeri. Jadi kalau tidak mengurusi Kominfo dan Luar Negeri, justru salah. Mohon LSM juga baca dulu tupoksi khususnya Komisi I," tegasnya.
(van/lh)











































