Loyalis: Hanya Kongres yang Berhak Mundurkan Anas, Bukan Perorangan

Loyalis: Hanya Kongres yang Berhak Mundurkan Anas, Bukan Perorangan

Andri Haryanto - detikNews
Rabu, 20 Jun 2012 16:52 WIB
Loyalis: Hanya Kongres yang Berhak Mundurkan Anas, Bukan Perorangan
Jakarta - Beberapa elite Partai Demokrat (PD) mendesak Ketum PD Anas Urbaningrum mundur. Terkait hal ini loyalis Anas angkat bicara. Pendukung Anas menyebut hanya kongres PD yang berhak memundurkan Anas dan bukan orang per orang.

"Kembali ke AD/ART, yang berhak memundurkan itu forum kongres. Jadi bukan orang per orang," ujar Sekretaris DPD PD DKI, Irfan Gani, dalam jumpa pers di Pandan Bistro, Pakubuwono, Jakarta, Rabu (20/6/2012). Dia didampingi 4 kader PD di Jakarta.

Menurut dia, Anas juga tidak perlu mundur secara sukarela. Sebab Anas duduk di kursi Ketua Umum PD karena terpilih secara konstitusional melalui kongres. Hingga saat ini belum ada tindakan Anas yang terbukti melanggar konstitusi partai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada apapun yang dia lakukan melanggar konstitusi. Karena yang kita pahami adalah pengadilan opini justru lebih tajam memberikan beban kepada Ketum kami. Kalau kita memang mau objektif, jikalau law enforcement coba ditegakkan itu lebih baik. Karena apapun yang menyangkut soal hukum sebagai WNI harus mematuhi," papar Irfan.

Dia menyebut nama Hayono Isman dan Ruhut Sitompul yang pernah mengatakan agar Anas mundur. Menurut Irfan sejauh Hayono, Ruhut, atau siapapun tidak melakukan kerja positif maka tidak berarti apa-apa.

"Kalau dia punya ambisi politik, atau ambisi apapun ya silakan main secara baik dalam koridor AD/ART. Kalau mau jadi ketua fraksi tunjukkan kinerja sebagai anggota DPR yang memang baik dan bisa diterima semua pihak. Jangan juga menimbulkan resistensi yang besar bagi Partai Demokrat," ucap Irfan.

Sebelumnya Ruhut Sitompul meminta Anas mundur dari jabatannya. Menurut Ruhut, Anas perlu menjadi contoh. Menunjukkan jiwa besarnya demi eksistensi dan kesuksesan PD di Pemilu 2014.

"Yang susah opini masyarakat kepada kita. Itu yang kita minta Anas legowo mundur sementara dia kena buah simalakama maju kena mundur kena, dimakan ayah mati nggak dimakan emak mati," kata Ruhut.

Namun Ruhut mengaku menyayangi Anas sebagai kawan. Memang Ruhut adalah salah satu pilar tim sukses Anas dalam Kongres PD Bandung, saat Anas bersaing dengan Marzuki Alie dan Andi Mallarangeng.

Sementara itu Hayono Isman menyebut penurunan elektabilitas PD dalam survei dimulai saat terkuaknya kasus korupsi Nazaruddin. Apalagi, dalam banyak kesempatan setelah kasusnya masuk pengadilan, Nazaruddin kerap menyebut nama Ketua Umum, Anas Urbaningrum, terlibat dalam kasus korupsinya. Hayono meminta agar semua kader yang sudah disebut Nazaruddin untuk nonaktif dari PD untuk fokus menyelesaikan kasusnya.

(/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini