"Kembali ke AD/ART, yang berhak memundurkan itu forum kongres. Jadi bukan orang per orang," ujar Sekretaris DPD PD DKI, Irfan Gani, dalam jumpa pers di Pandan Bistro, Pakubuwono, Jakarta, Rabu (20/6/2012). Dia didampingi 4 kader PD di Jakarta.
Menurut dia, Anas juga tidak perlu mundur secara sukarela. Sebab Anas duduk di kursi Ketua Umum PD karena terpilih secara konstitusional melalui kongres. Hingga saat ini belum ada tindakan Anas yang terbukti melanggar konstitusi partai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebut nama Hayono Isman dan Ruhut Sitompul yang pernah mengatakan agar Anas mundur. Menurut Irfan sejauh Hayono, Ruhut, atau siapapun tidak melakukan kerja positif maka tidak berarti apa-apa.
"Kalau dia punya ambisi politik, atau ambisi apapun ya silakan main secara baik dalam koridor AD/ART. Kalau mau jadi ketua fraksi tunjukkan kinerja sebagai anggota DPR yang memang baik dan bisa diterima semua pihak. Jangan juga menimbulkan resistensi yang besar bagi Partai Demokrat," ucap Irfan.
Sebelumnya Ruhut Sitompul meminta Anas mundur dari jabatannya. Menurut Ruhut, Anas perlu menjadi contoh. Menunjukkan jiwa besarnya demi eksistensi dan kesuksesan PD di Pemilu 2014.
"Yang susah opini masyarakat kepada kita. Itu yang kita minta Anas legowo mundur sementara dia kena buah simalakama maju kena mundur kena, dimakan ayah mati nggak dimakan emak mati," kata Ruhut.
Namun Ruhut mengaku menyayangi Anas sebagai kawan. Memang Ruhut adalah salah satu pilar tim sukses Anas dalam Kongres PD Bandung, saat Anas bersaing dengan Marzuki Alie dan Andi Mallarangeng.
Sementara itu Hayono Isman menyebut penurunan elektabilitas PD dalam survei dimulai saat terkuaknya kasus korupsi Nazaruddin. Apalagi, dalam banyak kesempatan setelah kasusnya masuk pengadilan, Nazaruddin kerap menyebut nama Ketua Umum, Anas Urbaningrum, terlibat dalam kasus korupsinya. Hayono meminta agar semua kader yang sudah disebut Nazaruddin untuk nonaktif dari PD untuk fokus menyelesaikan kasusnya.
(/nrl)










































