Sekretaris DPD PD DKI Irfan Gani menegaskan dirinya sangat taat pada konstitusi. Karena Anas Urbaningrum menjadi Ketum PD melalui forum tertinggi PD yakni kongres di Bandung, maka sudah sepantasnya para kader mematuhinya.
"Kepada senior kami tentu hormat, tapi sepanjang perjalanan dia menginjak-injak konstitusi dan anggaran dasar AD/ART PD, tentu kami akan melakukan perlawanan, yang juga dalam koridor AD/ART," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan saat ini sudah waktunya PD mengevaluasi persoalan-persoalan yang mendera. Sehingga kita bersatu padu untuk melakukan temuan-temuan positif dan diamanatkan masyarakat bahwa PD semakin dicintai masyarakat," imbuh Irfan.
Atas survei posisi PD yang terus merosot, maka dinilai perlu segera melakukan evaluasi terhadap persoalan yang ada. "Ketika survei hampir menyentuh di angka 10 persen ini menjadi ujian bagi kami, elite partai di daerah maupun di pusat untuk bersatu padu. Bukan kemudian memecah konsentrasi dengan saling menyalahkan. Karena apapun yang terjadi Demokrat adalah Demokrat," tutur Irfan yang dikenal sebagai pendukung Anas.
Sebagai pimpinan daerah, lanjut Irfan, maka sudah sepantasnya dia dan lainnya melakukan kinerja-kinerja positif untuk menunjukkan keberadaan PD di tengah masyarakat. Nah, jika kemudian timbul pernyataan-pernyataan dari orang yang tidak jelas, maka orang tersebut dinilai tidak memahami apa yang digariskan Dewan Pembina.
Irfan juga menyentil anggota Dewan Pembina PD, Hayono Isman, yang dianggap mencoba mengevaluasi Dewan Pimpinan Pusat. "Terutama sebagai anggota Dewan dia tidak pernah mengunjungi konstituennya dalam reses. Kewajiban itu saja dia tidak lakukan. Apalagi mencoba mengoreksi keberadaan Ketum kami, Anas Urbaningrum," sambung dia.
Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang dilakukan pada 2-11 Juni 2012 menyebutkan dukungan publik terhadap Partai Demokrat kini tinggal 11,3 persen. Peneliti LSI Adjie Alfaraby di kantor LSI, Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Minggu (17/6) menuturkan jika dibandingkan dengan survei sebelumnya sejak Januari 2011 dengan hasil 20,5 persen, maka hingga Januari 2012, elektabilitas PD merosot ke 13,7 persen.
Merosotnya PD disebut-sebut karena kasus dugaan korupsi yang bergejolak belakangan ini. Sejumlah elite PD mendesak Anas mundur karena membuat PD terpuruk.
(vit/nrl)











































