Pencapresan Dini Ical agar Kader Golkar Tak Sikut-sikutan

Pencapresan Dini Ical agar Kader Golkar Tak Sikut-sikutan

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Rabu, 20 Jun 2012 15:17 WIB
Pencapresan Dini Ical agar Kader Golkar Tak Sikut-sikutan
Jakarta - Ketum Golkar Aburizal Bakrie berencana mendeklarasikan dirinya sebagai bakal capres resmi Partai Golkar pada 1 Juli mendatang. Pencapresan dini sengaja dilakukan agar menjelang Pemilu dan Pilpres 2014, kader Partai Golkar tidak sikut-sikutan seperti sebelumnya.

"Harapannya agar setelah deklarasi ini partai beserta infrastrukturnya solid dan fokus bekerja. Baik untuk elektabilitas partai sekaligus Pak Ical,"kata Jubir Golkar, Nurul Arifin, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/6/2012).

"Jangan ada lagi sikut-sikutan seperti di dua pemilu sebelumnya. Itu pengalaman yang tidak menyenangkan," sambung bintang layar lebar era '80-an ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, internal partai Golkar memang sempat bergejolak menanggapi rencana mengusung Aburizal Bakrie sebagai kader satu-satunya yang didukung berlaga dalam Pilpres 2014. Ada faksi yang menginginkan Jusuf Kalla sebagai bakal capres karena tingginya popularitas mantan Ketum Partai Golkar dan Wapres RI yang kini menjabat sebagai Ketua PMI tersebut.

Ical tidak secara terang-terangan mementahkan aspirasi tersebut. Namun bila memang JK serius ingin menjajal peruntungan dalam Pilpres 2014 setelah kalah dalam Pilpres 2009, Ical memastikan tidak menghalanginya mencari partai politik selain Golkar sebagai kendaraannya.

Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tandjung juga menyarankan mempersilakan JK nyapres lewat partai lain tanpa keluar Golkar. Meskipun sebelumnya Akbar pernah mengirim surat peringatan ke Ical soal percepatan Rapimnasus Golkar yang agenda pokoknya adalah mematangkan soal bakal capres.

Golkar pun mempersiapkan konsolidasi. Karena sampai saat ini popularitas Ical belum optimal, meskipun Golkar menempati posisi teratas dalam survei terakhir.

"Kita sudah siapkan strategi baik dalam bentuk program maupun masalah teknis lainnya. Semangat Pemilu 2014 Golkar harus menjadi kepercayaan dan harapan rakyat untuk Indonesia yang lebih sejahtera," papar Nurul.

(van/lh)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads