Jakarta - Sekitar 30 mahasiswa Universitas Mpu Tantular yang mengaku dari Sumatera Utara menggelar demo di depan Kedubes Malaysia. Mereka mengecam Malaysia yang mengkaji usulan memasukkan Tortor sebagai warisan budaya Malaysia.
Para pendemo menyanyikan lagu Batak dan menari Tortor di depan Kedubes Malaysia, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (20/6/2012). Dalam aksinya, para mahasiswa tidak memakai pakaian adat, hanya dua mahasiswa saja yang mengenakan kain ulos.
Seorang mahasiswa lalu membakar kertas bergambar bendera Malaysia yang telah mereka siapkan. Beberapa orang mencorat-coret kertas itu dengan tulisan 'Usir Malaysia'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para mahasiswa juga sempat melempari pagar Kedubes Malaysia dengan telor. Sebuah spanduk merah bertuliskan 'Tortor milik Indonesia bukan milik Malaysia' juga dibawa para mahasiswa. Demo ini membuat lalu lintas di jalur lambat Jl HR Rasuna Said mengarah ke Menteng tersendat. Polisi menjaga aksi ini.
(nal/nrl)