Dijelaskan Presiden Federasi Pilot Indonesia (FPI), Kapten Hasfrinsyah HS, dalam acara seminar nasional FPI di Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (20/6/2012), sesuai data Litbang Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan hingga 5 tahun ke depan, Indonesia butuh 4.000 pilot atau 700-800 pilot per tahun. Dicontohkan dia, untuk kebutuhan pilot di maskapai Garuda Indonesia per tahunnya adalah 280-300 pilot.
Selama ini, kebutuhan SDM pilot dipenuhi dari Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI, milik Kemenhub) dan 13 sekolah pilot swasta se-Indonesia. Dengan asumsi, bila satu sekolah menghasilkan rata-rata 40 pilot per tahun, berarti totalnya hanya menghasilkan sekitar 500 pilot. Dari jumlah tersebut, berarti masih ada kekurangan atau defisit pilot sekitar 200-300 pilot per tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah, ini kan butuh pilot banyak, masa kita harus impor pilot untuk mengatasinya. Hasil sekolah pilot, maukah para pilot lulusan swasta melirik daerah tersebut, sementara maskapai skala besar juga membutuhkan tenaga pilot yang baru lulus. Secara logika sulit untuk mendapatkan pilot perintis saat ini," tutur Hasfriansyah prihatin.
(nwk/vit)











































