"Untuk Komisi I, saat ini sedang proses menyelesaikan RUU Penyiaran, jadi sebetulnya RUU ini sudah mau selesai, kok masih ke luar negeri? Hal ini membuktikan bahwa anggota dewan tidak pernah kapok, dan rasa malu itu sudah tidak ada dalam anggota dewan untuk pelesiran ke luar negeri,"kritik koordinator investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi.
Hal ini disampaikan Uchok kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebetulnya, banyak RUU yang dibahas di DPR itu, publik itu nggak tahu apa subtansi yang sedang dibahas. Sedangkan anggota dewan sendiri juga tidak memberitahu, apa isi subtansi itu kepada publik. Malahan anggota dewan lebih asyik ke berangkat ke luar negeri alias pelesiran daripada isi subtansi RUU tersebut,"katanya.
Karena itu, dalam pandangan Fitra, DPR mengadakan studi banding ke ke luar negeri hanyalah sekedar akal-akalan. Di samping mendapatkan banyak masukan soal RUU, anggota DPR bisa sambil berlibur di luar negeri atas biaya negara.
"Oleh karena, anggota dewan itu hobinya pelesiran untuk mengerjakan RUU tersebut menjadikan wacana dalam RUU tersebut miskin dari perdebatan publik. Sudah pasti muaranya RUU ini tidak merakyat, dan jauh dari kebutuhan masyarakat sendiri. Oleh karena yang dipikirkan anggota dewan bukan subtansi RUU sih tapi lebih ingin jalan-jalan eplesiran saja," tutupnya.
(van/lh)











































