Dispar DKI: Jakarta Dibenci Turis Asing Bukan Hasil Survei

Dispar DKI: Jakarta Dibenci Turis Asing Bukan Hasil Survei

- detikNews
Rabu, 20 Jun 2012 11:18 WIB
Dispar DKI: Jakarta Dibenci Turis Asing Bukan Hasil Survei
Jakarta - Jakarta disebut sebagai salah satu kota paling dibenci oleh wisatawan asing. Hal ini diungkapkan dalam situs berita internasional CNN, yang menempatkan Jakarta pada posisi 7 dari 10 kota yang paling dibenci turis asing.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI, Ari Budhiman, mengatakan artikel yang ditulis dalam situs tersebut hanya berdasarkan dari komentar salah seorang warga asing yang pernah tinggal selama enam bulan di Jakarta. Artinya, artikel tersebut bukan dibuat berdasarkan hasil survei.

"Kabar peringkat kota paling dibenci yang dilansir oleh CNN itu padahal hanya artikel. Penulis artikel tersebut hanya berdasarkan komentar dari seorang ekspatriat yang tinggal enam bulan di Jakarta. Lantas, jangan seolah itu dikatakan sebagai hasil survei, padahal hanya opini," ujar Ari saat berbincang dengan detikcom, Rabu (20/6/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari 10 nama yang dilansir oleh CNN, Jakarta menempati posisi ketujuh sebagai kota yang dibenci oleh turis. 10 kota tersebut yaitu, posisi ke 10 ditempati Belize City kemudian Kairo ke 9, New Delhi ke 8, Lima ke 6, Los Angeles ke 5, Timbuktu ke 4, Paris ke 3, Sydney dan Melbourne ke 2 dan Tijuana ke 1.

Ari mengatakan berita yang dilansir CNN tersebut belum dapat dijadikan pedoman, karena dari nama-nama kota yang disebut, merupakan kota yang menjadi tujuan utama dari para turis.

"Itu saja kita bisa melihat bahwa dalam artikel tersebut menyebut Paris, Los Angeles, Sydney dan Melbourne adalah kota yang paling dibenci oleh turis asing. Padahal selama ini dan sampai sekarang, kota-kota tersebut adalah kota yang menjadi tujuan utama turis asing. Paling banyak dijadikan referensi oleh turis asing," tuturnya.

Sementara itu, terkait dengan faktor kemacetan, banjir dan polusi yang membuat turis asing 'membenci' kota Jakarta, Ari mengatakan selama ini Pemprov DKI sudah berupaya keras untuk mengatasi itu. "Soal kemiskinan, polusi dan kemacetan, Pemprov DKI kan bekerja keras untuk mengatasi itu, bukan kita tinggal diam," ucapnya.

(vit/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads