Menkes: Tidak Benar Ada Bagi-bagi Kondom Gratis di SMA

Menkes: Tidak Benar Ada Bagi-bagi Kondom Gratis di SMA

- detikNews
Rabu, 20 Jun 2012 10:07 WIB
Menkes: Tidak Benar Ada Bagi-bagi Kondom Gratis di SMA
Jakarta - Menkes Nafsiah Mboi mendorong penggunaan kondom untuk kelompok seks berisiko, tak terkecuali remaja yang terlibat perilaku seks berisiko. Namun bukan berarti Menkes akan bagi-bagi kondom gratis kepada remaja.

"Sejak tadi malam saya banyak di-SMS, di Twitter dan sebagainya, mencela bahwa Menkes akan membagi-bagi kondom secara gratis di SMA. Ini sama sekali tidak benar," jelas Nasfiah melalui Youtube yang diunggah pada Selasa (19/6/2012).

Dia menjelaskan dewasa ini pengidap HIV/AIDS meningkat, demikian pula penderita penyakit kelamin. Hal ini ditengarai karena meningkatnya seks berisiko. Nah, kegiatan ini bisa dipicu oleh pendidikan agama yang tidak cukup kuat, iman yang tidak cukup kuat, dan beredarnya VCD porno di mana-mana, serta stimulan untuk meningkatkan kegairahan seks.

"Saudara-saudara kita harus hentikan, saya justru sangat berterima kasih pada orang-orang, pada masyarakat yang merisaukan hal ini. Kita tidak akan membagi-bagi kondom gratis pada masyarakat umum," terang Nafsiah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika mengetahui sekelompok masyarakat sudah melakukan hubungan seks berisiko, lanjut Nafsiah, maka pendidikan terhadap mereka perlu ditingkatkan. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan agama, pendidikan kesehatan reproduksi, pendidikan bagaimana melindungi tubuhnya sendiri dan pendidikan menghormati kehidupan.

"Saya mengajak seluruh masyarakat, pertama agar anak-anak muda kita betul kokoh imannya. Saya punya cucu-cucu yang di SMA, saya juga ingin melihat mereka sehat sampai tua, sampai dewasa," ucap perempuan yang sebelumnya menjabat Sekretaris Eksekutif Komite Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional ini.

Nafsiah mengajak seluruh masyarakat bersama-sama melindungi remaja bangsa ini supaya punya iman yang kuat. Karena itu para remaja tidak akan goyah karena VCD porno, karena narkotika, maupun karena pergaulan bebas. Sebaliknya, remaja betul-betul kokoh untuk menjauhi seks berisiko.


(vit/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads