Meningkat, Kasus Bunuh Diri di Kalangan Militer Jepang

Meningkat, Kasus Bunuh Diri di Kalangan Militer Jepang

- detikNews
Jumat, 20 Agu 2004 15:25 WIB
Jakarta - Tingkat bunuh diri di kalangan militer Jepang mengalami lonjakan tahun ini. Demikian dilaporkan Badan Pertahanan Jepang. Dalam empat bulan pertama tahun fiskal ini, yang dimulai pada April, tercatat sudah 31 anggota Self-Defense Forces, nama militer Jepang, yang melakukan bunuh diri. Demikian diungkapkan seorang juru bicara Badan Pertahanan seperti diberitakan Associated Press, Jumat (20/8/2004).Jika tren ini terus berlanjut, maka diperkirakan militer akan mengalami 93 kasus bunuh diri sepanjang tahun ini, dengan rasio per tahun sebesar 39 kasus per 100 ribu prajurit. Atau jauh di atas rasio 27 kasus per 100 ribu tentara yang tercatat selama tahun fiskal 2003.Sejauh ini, angka tertinggi kasus bunuh diri di kalangan prajurit Jepang dalam satu tahun adalah 78 kasus pada tahun 2002 silam. Self-Defense Forces memiliki sebanyak 235.899 personel.Tahun lalu, tingkat bunuh diri di negeri Sakura itu secara umum mencapai rekor tertinggi sepanjang waktu. Yakni sebanyak 34.427 kasus. Demikian dilaporkan Badan Kepolisian Nasional pada bulan lalu. Masalah kesehatan dan keuangan diyakini sebagai penyebab meningkatnya tren bunuh diri ini.Pihak Departemen Pertahanan menolak menjelaskan secara detail ataupun menyebutkan penyebab melesatnya tindakan bunuh diri di kalangan militer. Yang jelas, lonjakan ini terjadi di saat Jepang telah mengerahkan pasukannya untuk misi kemanusiaan di Irak. Ini kali pertama serdadu negeri Matahari Terbit itu diberangkatkan ke zona perang sejak berakhirnya Perang Dunia II. (ita/)


Berita Terkait