Surat untuk Menkes Sujudi dari Korban Malpraktek

Surat untuk Menkes Sujudi dari Korban Malpraktek

- detikNews
Jumat, 20 Agu 2004 14:40 WIB
Jakarta - Pernyataan Menkes A.Sujudi yang meragukan banyaknya kasus malpraktek di dunia kedokteran, mendapat tanggapan dari Ny.Pratama, warga Bekasi yang juga korban malpraktek.Dalam e-mailnya pada detikcom, Jumat (20/8/2004), Ny Pratama menyesalkan pernyataan itu dan meminta Menkes bertindak tegas dalam kasus-kasus yang diduga malpraktek. Berikut e-mail Ny.Pratama selengkapnya:"Membaca berita tentang Menkes A.Sujudi yang meragukan banyaknya malpraktek, saya menjadi sedih. Saya sendiri adalah korban malpraktek yang akhirnya harus kehilangan orang yang paling saya cintai, tiang keluarga, yakni suami tercinta.Akibat kesalahan diagnosa dokter, kedua anak saya yang masih kecil-kecil akhirnya harus menjadi anak yatim. Sementara dokter yang melakukan kesalahan diagnosa itu sekarang tetap melakukan prakteknya seolah-olah tidak ada kesalahan yang dia perbuat.Kasus malpraktek yang saya alami adalah ketika suami saya didiagnosa tifus, padahal sebenarnya adalah menderita malaria. Penyakit itu baru ketahuan setelah suami masuk ICU dengan kondisi yang parah akibat malaria yang sudah menjangkiti ke seluruh tubuh.Setelah 9 hari berjuang suami saya akhirnya meninggal.Atas saran kerabat dan teman-teman, sekitar 4 bulan kemudian, saya mengadukan dokter tersebut ke Majelis Kehormatan dan Etik Kedokteran (MKEK) IDI. Saya sempat dipanggil untuk diminta keterangan perihal pengaduan tersebut. Namun ternyata, sudah setahun lebih berlalu, tidak ada secuil pun hasil dari MKEK.Makanya, kalau Menkes menyarankan agar mengadukan ke MKEK IDI, sayahanya bisa mengatakan kalau itu adalah bullshit, nothing karena tidak ada hasilnya.Melalui surat ini saya ingin menggugah Menkes agar lebih peduli terhadap malpraktek yang sekarang ini marak. Beri sanksi yang seberat-beratnya pada dokter yang lalai karena ini adalah masalah nyawa agar dokter-dokter itu tidak akan bisa main-main dengan nyawa. Agar tidak ada lagi nyawa-nyawa yang melayang percuma hanya karena dokter lalai.Sangat menyakitkan jika kita harus kehilangan orang yang paling kita cintai hanya karena orang lain lalai. Atau mungkin Menkes perlu mengalami malpraktek sendiri agar menjadi lebih peduli...."Sekadar diketahui, menurut catatan LBH Kesehatan, sejak 1999 hingga awal 2004, sudah ada 126 kasus yang diduga malpraktek. Tentunya catatan ini belum termasuk kasus-kasus belakangan ini yang menghiasi media massa. (nrl/)


Berita Terkait