Pengadaan panic button ini merupakan kerja sama kepolisian dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). "Minggu depan uji coba button dan simulasi di Jakarta Utara. Diharapkan ini menjadi sistem preventif aktif," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, di kantornya, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (19/6/2012).
Panic button ini, sambung Rikwanto, nantinya dikoneksikan ke polsek dan kalau perlu ke polres. Saat dibutuhkan, petugas di minimarket akan memencet tombol ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tercatat sejak bulan Januari hingga Juni tahun ini terdapat 32 kasus perampokan minimarket. Alfamart adalah minimarket yang paling sering menjadi korban perampokan. Tercatat ada 17 kasus perampokan di toko swalayan itu. Sedangkan perampokan di Indomaret tercatat sebanyak 10 kasus. di Circle-K ada 4 kasus, dan Alfamidi 1 kasus.
Daerah-daerah yang paling rawan perampokan adalah Jakarta Pusat, Bekasi, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Dalam aksinya, perampok-perampok ini selalu melengkapi diri dengan senjata. Senjata api menjadi favorit perampok. 13 Senpi telah diamankan polisi dari sejumlah tersangka yang dibekuk. Air soft gun adalah jenis senjata lain yang dibawa kelompok jahat ini. 12 Air soft gun diamankan polisi dari tangan perampok, dan 7 senjata tajam.
"Kerugian akibat perampokan total Rp 390.466.300," ucap Rikwanto.
(/nwk)











































