Dari 32 Kasus Perampokan Minimarket, Baru 14 yang Terungkap

Dari 32 Kasus Perampokan Minimarket, Baru 14 yang Terungkap

- detikNews
Selasa, 19 Jun 2012 15:12 WIB
Jakarta - Sepanjang Januari hingga Juni 2012 terdapat 32 kasus perampokan minimarket 24 jam. Nah, dari 32 kasus yang ada baru 14 kasus yang terungkap.

"Sampai saat ini sudah diungkap 14 kasus dengan tersangka sebanyak 11 orang, sisanya saat ini sedang ditelusuri dari keterangan saksi dan olah TKP," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, di kantornya, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (19/6/2012).

Menurut Rikwanto, satu komplotan perampok bisa melakukan kejahatan di 5 tempat berbeda. Namun dia tidak bisa menyimpulkan pelaku perampokan adalah pemain lama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bukan tidak mungkin. Tapi kita tidak mengatakan ini adalah orang lama tapi kelompok berbeda dari kelompok yang sudah ada," sambung dia.

Sejumlah hal sudah dilakukan kepolisian untuk mempersempit ruang gerak perampok. Antara lain adalah melakukan tindakan represif dengan mengungkap kejadian melalui tim khusus dari polda dan polres.

"Patroli yang intensif juga dilakukan. Intensitasnya pun ditingkatkan. Kami juga melakukan dialog dengan kasir-kasir minimarket untuk tahu waktu-waktu rawan," terang Rikwanto.

Tercatat sejak bulan Januari hingga Juni tahun ini terdapat 32 kasus perampokan minimarket. Alfamart adalah minimarket yang paling sering menjadi korban perampokan. Tercatat ada 17 kasus perampokan di toko swalayan itu. Sedangkan perampokan di Indomaret tercatat sebanyak 10 kasus. di Circle-K ada 4 kasus, dan Alfamidi 1 kasus.

Daerah-daerah yang paling rawan perampokan adalah Jakarta Pusat, Bekasi, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Dalam aksinya, perampok-perampok ini selalu melengkapi diri dengan senjata. Senjata api menjadi favorit perampok. 13 Senpi telah diamankan polisi dari sejumlah tersangka yang dibekuk. Air soft gun adalah jenis senjata lain yang dibawa kelompok jahat ini. 12 Air soft gun diamankan polisi dari tangan perampok, dan 7 senjata tajam.

"Kerugian akibat perampokan total Rp 390.466.300," ucap Rikwanto.

(vit/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads