IKAPI DIY Prihatin Pembakaran Buku "5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia"

IKAPI DIY Prihatin Pembakaran Buku "5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia"

- detikNews
Selasa, 19 Jun 2012 13:43 WIB
IKAPI DIY Prihatin Pembakaran Buku 5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia
Yogyakarta - Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Daerah Istimewa Yogyakarta prihatin atas kasus kembakaran buku "5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia". IKAPI DIY mendukung penuntasan kasus buku tersebut melalui jalur hukum.

"Tindakan pembakaran buku merupakan sikap anti intelektual yang seharusnya tidak perlu dilakukan dan terjadi," kata Ketua IKAPI DIY, M. Fikri kepada wartawan di kantor Jl Gondang Raya, Condong Catur, Depok, Sleman, Selasa (19/6/2012).

Menurut dia, kasus pembakaran buku "5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia" beberapa waktu lalu bisa berdampak pada krisis kepercayaan masyarakat khususnya masyarakat perbukuan. Dia pun juga belum mengetahui secara detil siapa yang salah dalam penerbitan buku tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang salah itu penerbitnya atau penerjemah yang menerjemahkan buku itu kami juga belum tahu," katanya.

Pihaknya mendesak pada toko buku/distributor untuk tidak serta merta meretur atau menarik buku kontroversi dari peredaran karena hal itu adalah pelanggaran hukum.

"Pembakaran buku oleh penerbit bukan menyelesaikan masalah. Bila ada kasus perbukuan seharusnya di selesaikan lewat hukum, sehingga semua pihak akan terlindungi dan memperoleh keadilan," katanya.

Fikri mengatakan pihaknya mendesak pada toko buku/distributor untuk tidak serta merta meretur atau menarik buku kontroversi dari peredaran karena hal itu adalah pelanggaran hukum.

Kasus pemusnahan buku karangan karya Douglas Wilson itu, kata Fikri, bukanlah kasus pertama. Ada kasus buku Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan bergambar Nabi Muhammad yang beredar di sekolah-sekolah dan buku DAK yang isinya bermuatan pornografi.

"Dalam kasus ini juga diambil langkah cepat menarik buku dari peredaran. Cara ini tidak mencerminkan Indonesia sebagai negara hukum," ungkapnya.

Dia menambahkan semakin banyak buku-buku yang bermasalah merupakan cerminan atas kualitas penerbitan di Indonesia. Karena itu pihaknya mendesak IKAPI Pusat untuk lebih fokus pada pembinaan dan peningkatan kualitas anggota.

"Ini juga penting dilakukan karena kami sadar masih ada anggota IKAPI yang kualitasnya belum baik," pungkas Fikri.

Buku '5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia' dianggap telah menghina Nabi Muhammad SAW. PT Gramedia Pustaka Utama selaku penerbit telah menyampaikan permintaan maaf dan menarik buku itu dari peredaran. Ratusan buku diantaranya dibakar oleh penerbit tersebut.

(bgs/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads