DPD Partai Golkar Jabar Tetap Ambil Sikap Netral
Jumat, 20 Agu 2004 13:50 WIB
Bandung - DPD Partai Golkar Jabar tetap menggariskan sikap netral kepada seluruh jajaran di partai itu di 25 kabupaten/kota menghadapi pilpres putaran II September 2004 mendatang. Sikap netral yang ditegaskan di dalam artian tidak perlu memihak tetapi memberikan kebebasan kepada warga Partai Golkar untuk memberikan pilihan sesuai dengan akal sehat dan nuraninya.Demikian ditegaskan Ketua DPD Partai Golkar Jabar HA Nurhaman kepada detikcom di Bandung, Jumat (20/8/2004) menyikapi sinyalemen "membangkang"-nya DPD Partai Golkar Jabar menyikapi keputusan DPP-nya agar mendukung pasangan Megawati-Hasyim Muzadi.Nurhaman menolak sebutan membangkang, tidak patuh atau pun telah terjadi perpecahan di tubuh partainya, terutama di Jabar. "Tidak ada itu. Yang terjadi dan menjadi sikap kami di Jabar ini adalah di dalam berpolitik itu harus jujur. Tidak ada partai politik yang ingin kehilangan pemilih atau konstituennya. Tetapi apakah memang kita bisa mengatur para pemilih di dalam memberikan suara tanggal 20 September 2004 nanti?" katanya setengah bertanya.Karena itu, sikap netral yang diambil dalam pandangan DPD Partai Golkar Jabar justru akan lebih mengikat para konstituen ini. "Itu bukan berarti Partai Golkar pecah. Tetapi konsekuensi atau implikasi dari sikap netral itu ya demikian, dan itu sehat-sehat saja. Misal ditentukan harus memilih ke si A, tapi tetap saja akan ada yang ke si B. Tidak akan bisa diatur oleh elit di atas. Massa yang akan memberikan pilihan suaranya saat ini sudah sangat kalkualtif dan otonom. Tidak bisa digiring-giring begitu," paparnya panjang lebar.Karena itu, berdasarkan aspirasi yang juga dihimpun dari bawah, DPD Partai Golkar Jabar berkesimpulan untuk menyerahkan sikap menentukan pilihan itu kepada masing-masing daerah. "Jujur sajalah dalam berpolitik. Selain pemilihan presiden September nanti, akan ada 2 event atau kejadian penting yang akan dihadapi kabupaten dan kota. Pertama, pemilihan Ketua DPRD dan pemilihan Bupati dan Walikota secara langsung. Nah, masing-masing daerah tentu punya pertimbangan politik yang berbeda-beda," tuturnya.Dua event penting secara politis itu menurutnya tentu saja akan mempengaruhi sikap di masing-masing Kabupaten/Kota dalam menentukan sikapnya. "Pasti akan ada yang bergeser ke parpol lain. Sulit untuk diatur. Karena itu, sikap netral yang diambil itu justru untuk memberi kebebasan bermanuver sesuai dengan kondisinya," tegas Nurhaman lagi.Dengan tegas, Nurhaman menyatakan bahwa sudah menjadi tekad dan tujuan dibentuknya parpol-parpol untuk bisa memegang atau memenangkan 2 pemilihan itu. "Jadi memang agak berbeda dengan sikap di pusat. Di daerah, tentu saja tidak ada urusan dengan sikap DPP itu. Biarkan saja di pusat demikian," paparnya lagi.Di Jabar, dari 25 Kabupaten/Kota yang ada, Partai Golkar memenangkan suara di 19 daerah. "Nah, kami berusaha agar kalau bisa di semua Kabupaten/Kota Partai Golkar juga bisa memenangkan kursi Ketua DPRD dan Bupati/Walikotanya. Idealnya kan begitu, meski tentu sulit. Untuk mewujudkannya, masing-masing daerah tentu lebih tahu kondisi yang dihadapi. Karena itu, sikap netral kami akan membuat mereka lebih mudah bermanuver," kata Nurhaman.Jika ada cabang-cabang Partai Golkar di Kabupaten/Kota yang nantinya tetap menyatakan tekadnya mendukung pasangan calon tertentu, Nurhaman pun dengan enteng menyatakan bahwa itu adalah hak mereka. "Silakan saja. Itu mungkin cara mereka menerjemahkan sikap netral yang diambil oleh DPD. Tidak ada sanksi-sanksi segala untuk yang mengambil sikap itu," katanya sambil tertawa.Yang jelas, Nurhaman kembali menegaskan bahwa semuanya nanti akan terpulang kepada massa Partai Golkar sendiri di tingkat akar rumput yang akan memberikan pilihannya di bilik suara. "Memang bisa diatur itu," katanya lagi.Dari informasi yang sementara ini beredar, beberapa DPC Partai Golkar memang akan mengambil sikap tersendiri untuk mendukung pasangan capres tertentu. Tujuh DPC yang sudah menggariskan akan mengambil sikap netral yaitu Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Ciamis, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Purwakarta.Sementara yang menyatakan akan mendukung pasangan Megawati-Hasyim Muzadi sementara ini ada 4 DPC, yaitu Kabupaten Sumedang, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Karawang dan Kota Cirebon.Sementara daerah lainnya seperti Kabupaten Kuningan, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Subang, masih belum menyatakan sikapnya.
(nrl/)











































