"Informasinya itu polisi ada 4. Dari kelompok atas 6 orang dan kelompok bawah 4 orang," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Johannes Nugroho saat dihubungi detikcom, Selasa (19/6/2012).
Johannes mengatakan 14 orang ini masih dirawat di rumah sakit terdekat. Semua korban mengalami luka akibat terkena anak panah. Satu dari 4 polisi yang terluka merupakan ajudan Kapolres Mimika AKBP Deni Siregar. Tidak ada korban jiwa akibat bentrokan warga ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain melukai sejumlah orang, bentrokan antar warga ini mengakibatkan 5 mobil dan 4 sepeda motor polisi rusak terbakar. Salah satu mobil yang rusak merupakan milik Kapolres Mimika.
"Jadi kelompok atas mau menyerang kelompok bawah. Lalu mereka dihalangi polisi, mereka nggak mau. Jadinya polisi yang dihajar," ujarnya.
Menurut Johannes, hingga kini situasi di lokasi kejadian masih dijaga polisi. Masing-masing warga sudah kembali ke kampungnya.
"Sejak kemarin karena polisi jadi korban perang, mereka akhirnya berhenti. Tapi di sana masih standby (polisi)," ungkapnya.
Bentrokan antar dua kampung ini awalnya terjadi pada Rabu (13/6), pukul 05.30 WIT. Sebanyak 21 orang mengalami luka. Bentrokan ini kemudian berlanjut lagi pada Senin (18/6).
(gus/nrl)











































