"Kami berterima kasih ketua umum kami tertinggi pada survei. Tapi ini bukan soal survei tapi bagaimana kerja politik. Belakangan ini banyak parpol yang internalnya bermasalah. Kita kan waktu itu juga pernah seperti itu. Jadi survei ini bisa jadi acuan meningkatkan kinerja," jelas Wakil Ketua DPR dari FPDIP, Pramono Anung.
Pramono menyampaikan hal itu di Gedung Nusantara III DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu yang jadi kunci pertama," imbuh Pramono.
Mengenai hasil survei LSI, Pramono mengatakan hal itu menjadi urusan internal PDIP. Namun survei itu bisa menjadi acuan.
"Sebagai referensi acuan sih iya. Tapi untuk percaya itu nggak benar, nggak percaya pun nggak benar. Sebagai acuan bagaimana kinerja ditingkatkan saja," tutur dia.
Sebelumnya LSI merilis survei yang diadakan pada 2-11 Juni 2012, dari 1.200 responden yang dijaring dengan metode multistage random sampling dan dilakukan dengan metode wawancara. Hasil survei menunjukkan Megawati Soekarnoputri berada di posisi pertama dengan 18,3 persen dukungan responden, disusul Prabowo Subianto (18 persen). Posisi ketiga ditempati Aburizal Bakrie (17,5 persen), kemudian Hatta Rajasa (6,8 persen) dan Ani Yudhoyono di posisi paling buncit dengan dukungan 6,5 persen responden.
(/)











































