Kritik Pramono: Aparat Baru Beri Perhatian Kalau Ada Korban Bentrok

Kritik Pramono: Aparat Baru Beri Perhatian Kalau Ada Korban Bentrok

Septiana Ledysia - detikNews
Selasa, 19 Jun 2012 10:45 WIB
Kritik Pramono: Aparat Baru Beri Perhatian Kalau Ada Korban Bentrok
Jakarta - Aparat keamanan dinilai melakukan pembiaran dan lalai pada bentrok antar kelompok seperti yang terjadi di Batam. Namun jika ada korban aparat langsung memberi perhatian berlebihan.

"Seringkali aparat melakuan pembiaran dan lalai. Kalau ada korban baru ada kesibukan, perhatian secara berlebihan," ujar Wakil Ketua DPR Pramono Anung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2012).

Pramono menuturkan aparat pastinya dari awal sudah mengetahui bentrok antar kelompok di Batam menggunakan alat-alat tajam. Pemerintah, lanjut politisi PDIP itu, juga harus tegas pada praktik premanisme.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dibiarkan orang yang mempunyai kekuatan menjadi lebih kuat dan yang dirugikan masyarakat," terangnya.

Pramono juga menyarankan agar penyelesaian kasus sengketa tanah tidak berlarut-larut. Oleh karena itu sengketa tersebut menjadi bertumpuk-tumpuk.

"Ini yang buat seringnya terjadi kerusuhan nggak hanya di Jakarta tapi di daerah lain terjadi," ucap dia.

Dalam UU Pertanahan, lanjut Pramono juga sudah tegas ditetapkan penyelesaian melalui proses mediasi. "Di situlah peran pemerintah," demikian Pramono.

Bentrok antar kelompok pemuda pecah di Hotel Planet, Holiday Batam, Kepulauan Riau Senin (18/6) kemarin. 1 Orang tewas dan 9 lainnya mengalami luka-luka. Penyebabnya diduga karena putusan pengadilan yang memenangkan sengketa lahan dari salah satu kelompok yang bertikai.

(nwy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini