"Seringkali aparat melakuan pembiaran dan lalai. Kalau ada korban baru ada kesibukan, perhatian secara berlebihan," ujar Wakil Ketua DPR Pramono Anung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2012).
Pramono menuturkan aparat pastinya dari awal sudah mengetahui bentrok antar kelompok di Batam menggunakan alat-alat tajam. Pemerintah, lanjut politisi PDIP itu, juga harus tegas pada praktik premanisme.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pramono juga menyarankan agar penyelesaian kasus sengketa tanah tidak berlarut-larut. Oleh karena itu sengketa tersebut menjadi bertumpuk-tumpuk.
"Ini yang buat seringnya terjadi kerusuhan nggak hanya di Jakarta tapi di daerah lain terjadi," ucap dia.
Dalam UU Pertanahan, lanjut Pramono juga sudah tegas ditetapkan penyelesaian melalui proses mediasi. "Di situlah peran pemerintah," demikian Pramono.
Bentrok antar kelompok pemuda pecah di Hotel Planet, Holiday Batam, Kepulauan Riau Senin (18/6) kemarin. 1 Orang tewas dan 9 lainnya mengalami luka-luka. Penyebabnya diduga karena putusan pengadilan yang memenangkan sengketa lahan dari salah satu kelompok yang bertikai.
(nwy/)










































