Amankan Pilkada, Polda Sulselbar Gelar Simulasi Pengamanan Kerusuhan

Amankan Pilkada, Polda Sulselbar Gelar Simulasi Pengamanan Kerusuhan

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Selasa, 19 Jun 2012 10:06 WIB
Makassar - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat (Polda Sulselbar) menggelar simulasi pengamanan kota untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan dalam pelaksanaan Pilkada. Simulasi melibatkan 1.500 personel Polri dan 500 anggota TNI Angkatan Darat, termasuk puluhan personel Basarnas Makassar, Dinas Pemadam Kebakaran dan Satpol PP.

Simulasi dilakukan di Jalan Kartini, Makassar, Selasa (19/6/2012). Dalam simulasi yang berlangsung sekitar 2 jam itu, puluhan petugas kepolisian yang berakting sebagai perusuh melempari petugas dengan tomat dan membakar bangunan-bangunan yang sengaja dibuat dari tripleks dan kardus.
 
Dua mobil watercanon dikerahkan untuk menyemprot para perusuh. Pasukan anti huru hara yang bersenjatakan peluru karet memamerkan kebolehannya menggunakan senapan sambil berkendara motor. Ketika 'korban' berjatuhan, tim kedokteran dan kesehatan Polda Sulselbar dan tim Basarnas Makassar yang terlibat dalam simulasi, langsung melakukan proses evakuasi.

Dalam simulasi ini pula, pihak kepolisian mempertontonkan koordinasi apiknya dengan aparat TNI Angkatan Darat dari Kodam VII Wirabuana, bilamana terjadi situasi darurat dan tidak terkendali. Kodam VII Wirabuana mengerahkan empat unit pansernya yang berkonvoi keliling kota memantau situasi kota yang kacau balau. Setelah situasi dinilai kondusif, sebuah helikopter milik Polda Sulselbar terbang rendah untuk memantau situasi kota pasca kerusuhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolda Sulselbar Irjen Pol Mudji Waluyo dalam pidatonya menyebutkan tolok ukur keberhasilan penanganan unjuk rasa adalah 'zero victim'. Mudji meminta kepada para anggotanya agar bersikap preventif dan persuasif dalam penanganan unjuk rasa dan harus lebih dulu bersiap di lokasi unjuk rasa sebelum massa demonstran datang.

"Jika dalam pelaksanaan pengamanannya ada dinamika, saudara-saudara jangan takut mengambil resiko. Kalian tidak boleh membiarkan terjadinya pembakaran atau penjarahan toko, polisi dibenarkan melumpuhkan penjahat sesuai dengan protapnya," ujar Mudji.

Sementara itu Panglima Kodam VII Wirabuana, Mayjen Nizam menyebutkan bantuan pihak TNI ke Polri tidak boleh diragukan lagi, selama koordinasi antar dua institusi ini berjalan sukses.

(mna/rmd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini