"Masyarakat harus punya awareness tinggi. Siapapun bisa jadi korban kejahatan. Harus ada pemahaman mengenai kejahatan," ujar kriminolog Erlangga Masdiana, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (19/6/2012).
Yang dimaksud dengan "pemahaman" di atas, yakni masyarakat harus mempelajari bagaimana kondisi sosial yang memungkinkan terjadinya aksi kejahatan dan bagaimana para pelaku kejahatan beraksi. Adanya pemahaman ini, dinilai bisa meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan terhindar dari tindak kriminal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat harus mempersiapkan diri, harus ada kemampuan bela diri, juga menyimpan nomor-nomor darurat, harus ada link ke kepolisian," imbuhnya.
Lebih lanjut, Erlangga menyarankan, ada baiknya masyarakat untuk tidak terlalu menonjolkan diri dengan harta atau kekayaan yang dimiliki. Hal ini demi mengurangi risiko menjadi korban tindak kriminal.
"Orang jangan eksibisionis, jangan terlalu menonjolkan diri atau perhiasan yang dimiliki," tandas Erlangga.
Seperti diberitakan pada Senin (18/6) kemarin, dalam rentang waktu 24 jam, terjadi cukup banyak perampokan dengan target yang bervariasi, mulai dari minimarket, ATM, nasabah bank, pencurian toko emas, hingga perampokan di sekolah. Aksi kejahatan ini juga dilakukan oleh pelaku yang bervariasi, mulai dari perampok berpengalaman dan bersenjata hingga seorang satpam sebuah bank yang notabene merupakan orang dalam yang seharusnya menjaga keamanan.
(nvc/nrl)










































