Perampokan Marak karena Sistem Keamanan Tidak Terintegrasi

Perampokan Marak karena Sistem Keamanan Tidak Terintegrasi

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 19 Jun 2012 09:37 WIB
Perampokan Marak karena Sistem Keamanan Tidak Terintegrasi
Jakarta, - Dalam 24 jam pada Senin (18/6) sedikitnya tercatat 9 perampokan. Maraknya kejahatan ini dinilai sebagai dampak dari lemahnya dan tidak terintegrasinya pengamanan oleh para aparat. Aparat bersama masyarakat diharap lebih bersinergi dalam menjaga keamanan lingkungan.

"Mengenai perampokan Indomaret dan sebagainya, karena terkait pengamanan yang tidak terintegrasi secara baik," ujar kriminolog Erlangga Masdiana, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (19/6/2012).

Tidak bisa dipungkiri bahwa kejahatan memang bisa muncul sewaktu-waktu dan siapa saja bisa menjadi korban. Namun, Erlangga menilai, wilayah yang pengamanannya buruk sangat rawan menjadi lokasi kejahatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Biasanya di wilayah tersebut tidak terkoneksi antara aparat dan masyarakat, juga dengan pusat bisnis. Ada timing, ada tempat, ada lingkungan, dan ada orangnya (pelaku)," terangnya.

Pengamanan ini, lanjut Erlangga, juga harus semakin ditingkatkan mengingat kini para pelaku kejahatan menjadi semakin agresif dan berani karena membawa senjata api. Tidak sedikit yang bahkan berani menyerang polisi.

"Terkait soal senjata api, memang menyebabkan pelaku punya keberanian yang lebih daripada polisi. Hal ini memang membuat polisi cukup kesulitan untuk mengantisipasinya," ucap Erlangga.

Untuk melawan hal tersebut, para aparat dan juga masyarakat harus berpikir taktis dalam mancari cara untuk menghadapi para pelaku kejahatan. Salah satu caranya yakni bisa dengan memasang alarm otomatis atau bisa juga dengan menggunakan teknologi, seperti CCTV serta alat pembela diri lainnya.

"Sistem pengamanan sekarang bukan siskamling saja, tapi juga bisa dengan teknologi," tandasnya.

Seperti diberitakan pada Senin (18/6) kemarin, dalam rentang waktu 24 jam, terjadi cukup banyak perampokan dengan target yang bervariasi, mulai dari minimarket, ATM, nasabah bank, pencurian toko emas, hingga perampokan di sekolah. Aksi kejahatan ini juga dilakukan oleh pelaku yang bervariasi, mulai dari perampok berpengalaman dan bersenjata hingga seorang satpam sebuah bank yang notabene merupakan orang dalam yang seharusnya menjaga keamanan.

(nvc/nrl)


Berita Terkait