Kisah Pemadam Kebakaran Medan, Telat Dicaci Sukses Tak Dipuji

Kisah Pemadam Kebakaran Medan, Telat Dicaci Sukses Tak Dipuji

Rachmadin Ismail - detikNews
Selasa, 19 Jun 2012 08:43 WIB
Kisah Pemadam Kebakaran Medan, Telat Dicaci Sukses Tak Dipuji
Jakarta -

'Telat Dicaci, Sukss Tidak Dipuji' itulah frase yang selalu diingat oleh petugas pemadam kebakaran Medan, Sumatera Utara. Sebuah risiko pekerjaan yang harus diemban, meski nyawa dipertaruhkan setiap harinya.

Kepala Dinas Pencegahan Kebakaran Medan, Marihot Tampubolon, menceritakan kisahnya selama bertugas enam tahun terakhir. Dia sudah kenyang pengalaman, termasuk semua bahaya yang mengancam jiwanya.

"Yang selalu saya ingat kalau bekerja adalah sukses tidak dipuji, kalau terlambat dicaci maki," kata Marihot saat berbincang dengan detikcom, Selasa (19/6/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah terbiasa kok dicaci maki. Kadang warga neleponnya telat, jalanan macet, atau ada warga yang hanya nonton, tapi banyak komentar," kisahnya.

Data di Kadis Kebakaran Medan saat ini, terjadi 106 kali kebakaran selama enam bulan terakhir. Dari jumlah itu, ada 10 orang korban jiwa. 

Tragedi terakhir adalah kebakaran di toko elektronik Brayan Jaya Jl Yos Sudarso, Medan. Ada tujuh korban yang tewas dalam kebakaran, yakni Ana (39), gadis remaja Chelsea (14), Chelson (11), Chester (8), kakek Ching Thing Acu (80), Amet dan Julia.

"Kalau petugas kami, pernah ada yang tewas karena tabrakan pas mau ke TKP kebakaran. Mobil kebakaran yang ditumpanginya menabrak mobil pemadam kebakaran lain. Adu banteng, satu pulang satu mau pergi, langsung meninggal," terangnya.

Sementara Marihot juga pernah mengalami beberapa insiden berbahaya. Mulai dari kena potongan kaca, reruntuhan tembok, hingga jilatan api.

"Kita tidak pernah tahu medannya seperti apa. Kadang kita tidak tahu di situ ada orang tidak karena ada rumah toko teralisnya tiga, pintu dan besi. Kita nggak tahu ada orang," tutur komandan regu yang mengepalai 200 orang ini.

Untuk perbaikan Dinas Pemadam Kebakaran, Marihot usul agar ada perubahan status pegawai pemadam kebakaran. Perlu dibuat sebuah badan khusus pemadam kebakaran agar sistem perekrutan anggota menjadi lebih jelas dan para pemadam lebih profesional.

"Kita usul kalau pemadam diangkat saja pemadam, ini kan tidak. Pemkot bisa memindahkan dia ke dinas lain, jadi ilmunya nggak kepakai dan harus ada pelatihan lagi. Kita berharap ada lembaga profesional," harap Marihot.

(mad/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini