"Itu sudah satu setengah tahun ini. Bahwa Ibu Mega usianya senior iya dibanding calon presiden yang lain, Walaupun Pak JK dan Pak Ical lebih muda iya. Walaupun Ibu Mega belum sukses dalam pilpres 2004 dan 2009 juga tak bisa dipungkiri. Tapi semua survei yang dirilis Indobarometer, JSI, CSIS, dan sekarang LSI, menempatkan Ibu Mega nomor satu. Dan nomor satu pada saat Ibu Mega belum nyapres dan pada saat Ibu Mega belum berkampanye," kata Ketua DPP PDIP bidang Kepemudaan, Maruarar Sirait, kepada detikcom, Selasa (19/6/2012).
Menurut Ara, demikian dia disapa, Mega tak pernah membiayai survei tersebut. Bukan kemauan Mega menjadi capres terpopuler saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia meyakini peluang pencapresan Mega masih terbuka. Apalagi popularitas Mega tetap di atas PDI Perjuangan. Artinya tokoh Mega masih sentral di PDIP sekaligus masih menjual di masyarakat.
"Faktanya suara Ibu Mega lebih besar dari suara partainya. Tentu pengenalan Ibu Mega pernah menjadi presiden dan wapres menjadi hal penting, dan tentunya suara partai lebih rendah karena figur Ibu Mega tidak hanya didukung kader PDIP. Ini harus diapresiasi dan disyukuri PDIP. Bayangkan kita punya ketua umum yang diapresiasi cukup tinggi dari masyarakat,"paparnya.
Sementara PDIP memang fokus melakukan konsolidasi. Mempersiapkan pileg 2014 sambil mengintip peluang pencapresan Mega, sekali lagi.
"Iya kita harus membuat program-program untuk petani, nelayan, buruh, pemuda, dan perempuan. Kita akan fokus memperjuangkan kesejahteraan petani, nelayan, buruh, dan UKM. Saya akan membuat kaderasi nasional pemuda tahun ini. Karena kalau partai mau bagus, rekruitmennya harus benar. Ideologi, loyalitas jadi nilai tambah,"tandasnya.
(van/)











































