Dilaporkan terdapat 20 kepala rumah tangga dan belasan warga lainnya ikut jadi korban kebakaran ini. Lima rumah yang terletak di Jalan Stadion Utara 3,Kelurahan Ranotana Lingkungan IV, Kecamatan Sario, ini merupakan rumah kontrakan dan tempat kos mahasiswa.
Menurut keterangan saksi mata, Evi Karlina (21), salah seorang penghuni kos yang terbakar, api berasal dari lantai dua rumah milik keluarga Kolondam-Wenur, yang kemudian menjalar ke rumah lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena api yang terus membesar, Evi langsung menyelamatkan diri keluar rumah dengan berlari, meski dirinya dalam keadaan hamil besar.
"Para penghuni lainnya juga ikutan keluar mencari tempat aman. Tak banyak barang yang berhasil diselamatkan," katanya lagi.
Lima unit mobil pemadam kebakaran (damkar) kota Manado yang diterjunkan ke lokasi, membutuhkan waktu hampir 2,5 jam untuk menjinakkan api agar tidak merembet lebih besar lagi ke rumah warga.
Kapolsek Sario AKP Apri Whibowo saat dikonfirmasi mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab terjadinya kebakaran.
"Kita belum tau pasti penyebabnya, tapi kemungkinan besar korsleting listrik," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Manado, Harley Mangindaan yang menyempatkan datang untuk melihat langsung ke lokasi kebakaran mengatakan sesuai prosedur, pemerintah kota akan menyiapkan dapur umum dan tenda darurat sebagai bentuk tanggap darurat.
"Itu tahapan awalnya, dan sudah dikoordinasikan dengan dinas terkait untuk lokasi dapur umum dan tenda darurat," terang putra Menteri Perhubungan EE Mangindaan ini.
Harley juga menghimbau warganya untuk mewaspadai musim kemarau, terutama cuaca beberapa pekan terakhir yang panas dan berangin kencang.
(nvc/nvc)











































