Tangkap Pelaku Curanmor, Polisi Samarinda Sempat Ditodong Senpi

Tangkap Pelaku Curanmor, Polisi Samarinda Sempat Ditodong Senpi

Robert - detikNews
Selasa, 19 Jun 2012 01:50 WIB
Samarinda, - Aparat Satreskrim Polsekta Samarinda Seberang, Samarinda, Kalimantan Timur, menangkap pelaku curanmor antar provinsi, Samsudin alias Udin (49), warga Desa Gambar Luar RT 02 Kecamatan Kandangan, Kalimantan Selatan. Tersangka yang bersenpi, nyaris mengancam menembak petugas.

Kesigapan personel kepolisian saat melakukan penangkapan, Senin (18/6/2012) dinihari sekitar pukul 01.00 WITA, menggagalkan aksi perlawanan Samsudin, yang mengaku pernah bertugas sebagai anggota TNI AD.

"Saat akan ditangkap, memang ada indikasi untuk perlawanan. Tapi banyak anggota di lokasi. Senpi rakitannya sempat mau dicabut," kata Kapolsekta Samarinda Seberang Kompol Ade Permana Sik, kepada wartawan di kantornya, Senin (18/6/2012) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ade menerangkan, penangkapan Samsudin, berdasarkan informasi masyarakat tentang adanya orang yang tidak dikenal yang sudah beberapa pekan terlihat di daerah hukum Samarinda Seberang. Setelah diselidiki Satuan Reskrim dan didatangi di rumahnya, ditemukan unit kunci T yang biasanya digunakan pelaku curanmor untuk mencuri kendaraan roda dua.

"Juga ditemukan senpi rakitan dan butir peluru laras panjang M16. Di rumah sewaannya, juga ada empat STNK dengan nomor polisi daerah Banjarmasin, Kalimantan Selatan," ujar Ade.

"Setelah diselidiki lebih lanjut, modusnya, motor dicuri di Samarinda. Di pertengahan jalan menuju Banjarmasin Kalimantan Selatan, pelat nomor polisi dirubah untuk mengelabui petugas apabila, untuk mengantisipasi adanya pemeriksaan surat-surat kendaraan bermotor," tambahnya.

Di rumah sewaannya, sambung Ade, juga terdapat 2 unit motor roda dua hasil curian yang sudah siap dibawa ke Banjarmasin. Setelah diperiksa, ciri fisik kendaraan dengan kepemilikan STNK tersebut, tidak sama.

"Setelah dicek, tidak ada perbedaan pelat nomor polisi dengan yang tertera di STNK. Dua-duanya sama. Yang berbeda dari STNK dan pelat nomor polisi adalah berbeda dengan ciri fisik motornya," sebutnya.

"Dari pengakuannya, ada 23 TKP curanmor di Samarinda Seberang dan di wilayah Polsek lainnya di Samarinda ada 31 TKP. Kemungkinan akan berkembang di luar Samarinda," terangnya.

"Dia tidak bekerja sendiri. Rekrutan dari dia (tersangka Anam), diamankan di Polresta Banjarmasin. Memang, dia sudah masuk Target Operasi Curanmor yang tercatat di Polda Kaltim dan sedang dilakukan pencarian," tegas Ade.

Meski tersangka yang kini ditahan di Mapolsekta Samarinda Seberang mengaku pernah bertugas sebagai anggota TNI, namun petugas tidak memercayai begitu saja.

"Masih kita telusuri apakah dia memang benar pernah tercatat sebagai anggota TNI. Kita masih berkoordinasi dan menunggu konfirmasi dari rekan-rekan di TNI,"

"Senpi belum sempat digunakan dalam menjalankan aksinya. Diduga kuat dia terlibat jaringan pelaku curanmor antar provinsi karena rekannya di Kalsel, tertangkap dan sekarang tengah dikembangkan," tutup Ade.

(/nvc)


Berita Terkait