Anas: Kesuksesan Demokrat Tergantung Kinerja Pemerintah

Anas: Kesuksesan Demokrat Tergantung Kinerja Pemerintah

Ferdinan - detikNews
Selasa, 19 Jun 2012 00:13 WIB
Anas: Kesuksesan Demokrat Tergantung Kinerja Pemerintah
Jakarta -

Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyebut partainya akan mendorong peningkatan kinerja pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Keberhasilan pemerintah menjalankan program kerja sebut Anas menjadi kunci utama kesuksesan Demokrat.

"Memastikan pemerintahan Presiden SBY yang juga Ketua Wanbin PD untuk terus meningkatkan kinerja sehingga bisa menaikkan tingkat kepuasan rakyat. Kepuasan publik yang memadai atas kinerja pemerintah adalah basis utama keberhasilan partai pemerintah," kata Anas dalam pesan singkatnya, Senin (18/6/2012).

Namun Anas juga mengingatkan, program partai akan berjalan efektif bila pengurus dan kadernya solid. "Terus menjaga soliditas dan kekompakan internal sebagai dasar bagi kerja-kerja organisasi yang makin baik dan bisa dilihat masyarakat bukan partai yang berkonflik," tutur Anas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan hasil survei LSI yang dirilis Minggu (17/6), Partai Golkar berada di posisi pertama sebagai partai pilihan responden dengan 20.9 persen. Menyusul PDIP dengan dukungan 14 persen dan Demokrat dengan 11,3 persen.

LSI menyebut 3 penyebab kemerosotan elektabilitas Demokrat. Pertama, Demokrat gagal melakukan disiplin internal internal terkait kasus korupsi yang menyeret elitenya seperti kasus Wisma Atlet dan proyek Hambalang.

Penyebab kedua, kekecewaan responden atas kinerja Presiden SBY membuat tingkat keterpilihan Demokrat ikut menurun. Ketiga, Demokrat terlalu disibukkan dengan pertengkaran internal sehingga program partai tidak terurus.

"Jika hasil survei turun, kami harus makin rajin bekerja. Survei penting, kerja politik dan banyak kegiatan yang bermanfaat untuk rakyat lebih penting lagi. Masih ada waktu dan kesempatan untuk mengangkat kembali angka elektabilitas PD," tutur Anas menanggapi hasil survei LSI.

(fdn/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini