"Satgas TKI meminta maaf. Tidak ada maksud kami merendahkan, kami ini kan Satgas TKI tentu membela TKI," kata juru bicara Satgas TKI Humprey Djemat saat dikonfirmasi detikcom, Senin (18/6/2012).
Humprey menilai, pernyataan itu merupakan sebuah kesalahpahaman penafsiran. "Yang dikemukakan itu kelakar dari beberapa kasus. Tidak bermaksud menggeneralisir," terang Humprey.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita harapkan dengan permintaan maaf di media ini cukup dahulu. Kita tidak ingin ini berkepanjangan," tutur Humprey.
Sebelumnya, protes atas ucapan Maftuh terkait TKW itu datang dari Melanie Subono dan Imas Tati, mantan TKI yang bekerja di luar negeri. Dalam ucapannya di forum Satgas TKI di Hotel Borobudur, Maftuh menyebut salah satu penyebab TKW diperlakukan tidak pantas karena sikap dan pakaian yang genit.
Tak pelak, apa yang disampaikan Maftuh itu mengundang protes. Melanie dan Imas menggalang dukungan lewat situs change.org, mengumpulkan petisi menuntut Maftuh meminta maaf. Hingga hari ini, di situs itu sudah ada 5 ribu orang yang memberi dukungan.
Menurut Direktur Kampanye change.org, Usman Hamid, petisi yang memprotes Maftuh itu terletak pada www.change.org/supportimastati. Isinya menuntut agar Ketua Satgas TKI Maftuh Basyuni minta maaf atas pernyataannya yang menilai bahwa kekerasan yang terjadi pada TKW akibat dari perilaku yang genit dan nakal.
"Sebagai TKW, saya sering merasa sendirian dan tak didukung, tapi senang rasanya saat bertemu Melanie yang sudah baik hati membuatkan petisi, apalagi melihat responnya, pada situs Change.org yang peduli nasib TKW seperti saya," ungkap Imas Tati seperti ditirukan Usman.
(ndr/gah)











































