Setelah Filipina, Giliran Taiwan Protes Statemen Downer
Jumat, 20 Agu 2004 13:03 WIB
Jakarta - Lagi-lagi soal statemen yang dilontarkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Alexander Downer. Pejabat Australia satu ini rupanya tidak jera mengeluarkan komentar yang mengundang protes.Dalam kunjungan ke Beijing, Cina pekan ini, Downer mencetuskan bahwa pemerintah Canberra tidak akan otomatis berpihak kepada Amerika Serikat jika Cina menyerang pulau itu. Pemerintah Taiwan pun menyatakan kecewa dengan statemen Downer itu.Bagi Beijing, Taiwan tetap dianggap sebagai bagian dari wilayahnya yang nantinya akan kembali ke pangkuan Cina. Bahkan jika perlu dengan kekerasan. Namun Amerika Serikat telah mengisyaratkan akan membela Taiwan jika Cina sampai menyerang negara pulau tersebut.Wakil Menlu Taiwan Michael Kau mencetuskan bahwa ucapan Downer itu tidak membantu dan memberikan sinyal yang salah ke pihak Cina. "Tentu saja, statemen seperti ini akan mengecewakan bagi kami," tukas Kau dalam wawancara dengan stasiun televisi ABC.Menurut Kau, seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (20/8/2004), komentar Downer itu bisa mengganggu perdamaian dan stabilitas komunitas internasional yang tengah diupayakan seputar isu Taiwan. "Itu tidak membantu karena, seperti yang kalian tahu, Cina telah mengambil posisi yang sangat militan atas isu Taiwan, dan jika komunitas dunia tidak berkomitmen dalam memelihara perdamaian dan stabilitas di daerah Selat Taiwan, ini bisa memberikan sinyal yang salah ke Beijing," tutur Kau.Bulan lalu Downer juga mendapat kecaman keras dari pejabat-pejabat pemerintah Filipina gara-gara ucapannya. Saat itu pejabat negeri Kangguru tersebut mengritik penarikan pasukan Filipina dari Irak. Belum lama ini Downer juga dituding menimbulkan keresahan setelah pernyatannya bahwa Korea Utara memiliki rudal yang mampu menyerang kota Sydney di Australia.
(ita/)











































