Sikapi Hasil Survei, Sutan: SBY Gerah Tapi Tak Kebakaran Jenggot

Sikapi Hasil Survei, Sutan: SBY Gerah Tapi Tak Kebakaran Jenggot

- detikNews
Senin, 18 Jun 2012 18:58 WIB
Sikapi Hasil Survei, Sutan: SBY Gerah Tapi Tak Kebakaran Jenggot
Jakarta - Wakil Sekretaris FPD DPR yang juga sekjen Forum Pendiri PD Sutan Bhatoegana membenarkan Presiden SBY gerah dengan melorotnya survei internal PD. Tapi SBY tak sampai marah besar.

"Kalau gerah biasa saja tapi disikapi tidak sampai kebakaran jenggot. Karena dulu juga menjelang pemilu 2009 PD disurvei anjlok, SBY turun, tapi hasilnya di pemilu ternyata SBY menang, Demokrat naik tiga ratus persen," kata Sutan.

Hal ini disampaikan Sutan saat dimintai tanggapan soal kemarahan SBY akibat merosotnya citra PD. Hal ini disampaikan Sutan, Senin (18/5/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut sumber detikcom di internal PD, SBY memang sedang gerah karena merosotnya citra PD sampai 10 persen. Diisukan sedang dipersiapkan presidium yang akan diketuai SBY selaku ketua Majelis Tinggi PD yang berperan melakukan penyelamatan PD.

Sutan yakin SBY sebagai ketua dewan pembina PD pasti tetap fokus menjalankan tugas sebagai Presiden Republik Indonesia. Dia yakin masalah internal PD tak akan menganggu fokus SBY.

"Yang penting fokus dengan pembangunan. Bagaimana pemerintahan berjalan sesuai dengan rencana yang telah disiapkan," kata Sutan optimis.

PD pun akan melakukan sejumlah survei internal. Untuk mencari hasil yang objektif untuk dijadikan bahan evaluasi internal PD.

"Survei terakhir yang kurang baik buat kita siapa saja bisa melakukan survei. Nanti kita akan melakukan survei sendiri untuk melihat situasi saat ini," tegas Sutan.

Lalu apakah kegusaran SBY kemudian akan menutup peluang pencapresan Ketua Umum PD Anas Urbaningrum? Karena SBY dalam pertemuan dengan pendiri PD dan ketua DPD PD se-Indonesia bahkan telah menyerukan agar kader bermasalah hukum mundur.

"Kalau masalah itu saya nggak mau berpolemik. Karena beliau masih Ketum PD. Kalau sekarang saya ditanya dia layak untuk capres saya katakan sekarang ini siapapun boleh," kata Sutan.

(van/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads