Rebutan penumpang, Sopir M26 Disilet Calo Kampung Melayu

Rebutan penumpang, Sopir M26 Disilet Calo Kampung Melayu

- detikNews
Senin, 18 Jun 2012 18:19 WIB
Jakarta - Supir mikrolet M26 (Kp Melayu-Bekasi) menjadi korban penganiayaan calo penumpang berinisal MN alias Brewok di terminal Kp melayu, Jakarta Timur. Korban Joni Hasudungan (28) menahan sakit akibat luka sayat di leher sepanjang 15 centimeter, sebelumnya sempat terlibat adu mulut dengan calo penumpang.

"Kejadian jam 15.00 WIB, saya lagi nunggu penumpang di terminal Kp Melayu," ujar Joni usai membuat laporan di Mapolsek Jatinegara, Senin, (18/6/2012).

Kejadian itu bermula saat ada seorang calo berinisial KS meminta Joni memindahkan penumpangnya ke mobil lain. Alasannya supaya penumpang lebih cepat terangkut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pas naik tiga penumpang, calo itu datang. Dia bilang harus nurunin penumpang, padahal penumpang ingin cepat, lalu naik tiga penumpang lagi, jadinya kan enam. Dia seperti nggak terima," ujarnya.

Karena kejadian ini, Joni adu mulut dengan KS. KS sempat memukul mobil Joni sebelum akhirnya MN alias Brewok datang dan ikut campur urusan mereka.

Tak lama setelah kedatangan Brewok, KS pun pergi sehingga meninggalkan Joni dan Brewok berdua. Di sini lah aksi Brewok dimulai.

"Saya bilang, kalau berani satu lawan satu aja, jangan keroyokan begini. Lalu saya jalanin mobil sampai keluar sedikit terminal, itu si Brewok tiba-tiba masuk dan duduk di belakang saya," tuturnya.

Joni menjelaskan saat Brewok menodongkan cutter ke leher,dirinya tak bisa berkutik. Mendapat ancaman seperti itu Joni langsung berontak namun pelaku berhasil menyayat lehernya hingga mengeluarkan banyak darah.

"Untung aja tidak dalam Kalau tidak, mungkin saya sudah lewat," lanjutnya.

Menanggapi laporan dari supir mikrolet tersebut Petugas Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Jatinegara, Ipda Sunardi Sardi mengungkapkan pelaku dapat dijerat pasal penganiayaan.

"Masuknya pasal 351 tentang penganiayaan, karena dia dilukai sendiri," kata Sunardi.

Lebih lanjut Sunardi menjelaskan pemicu dari persoalan tersebut disebabkan rebutan penumpang. "Itu kan gara-gara rebutan penumpang," tandasnya.

(edo/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads