Golkar Jateng Ancam Ganti Caleg yang Tolak Mega
Jumat, 20 Agu 2004 11:36 WIB
Semarang - Partai Golkar Jateng menginginkan semua kadernya yang menjadi anggota DPRD mendukung Mega - Hasyim dalam pilpres putaran II. Jika diketahui ada yang membelot, mereka terancam di-PAW (Pergantian Antar Waktu)."Kita tidak ingin anggota DPRD terpilih dari Golkar ongkang-ongkang saat ini. Meski sudah terpilih, mereka juga harus bekerja untuk partai. Terutama dalam putaran II ini. Jika mbalelo mereka bisa saja di-PAW," kata Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jateng Soejatno Pedro kepada detikcom di kediamannya, Jl. Abdurahman Saleh Semarang, Jumat (20/08/2004).Ancaman itu, kata Pedro, tidak main-main. Karena partai juga tidak main-main dalam mendukung Mega - Hasyim. Keputusan dukungan kepada capres dari PDI-P itu dihasilkan melalui forum tertinggi di partai. Sehingga tidak alasan untuk membuka peluang sedikit pun terhadap penyimpangan dari pihak-pihak yang terikat aturan organisasi.Pada pemilu legislatif lalu, lanjutnya, caleg Golkar sangat antusias. Mereka mengeluarkan banyak uang, tenaga, dan pikiran. Sebagai misal, perbandingan dana antara pemilu legislatif dengan pilpres putaran I adalah 10 banding 1. Ini menunjukkan dalam pilpres putaran I, mereka sama sekali kehilangan semua itu."Untuk itu, kami tidak ingin hal itu terjadi pada putaran II mendatang. Mereka (anggota DPRD) harus tetap rajin membantu menyukseskan keputusan partai," terang Pedro.Pedro menambahkan, kekuatan 287 anggota DPRD Kab/ Kota dan Provinsi di Jateng sangat diharapkan. Namun, dia mengkhawatirkan adanya pembelotan suara ke SBY-Kalla. Kalau pun ada, diharapkan jumlahnya tak signifikan. Paling besar hanya 5%."Hingga saat ini belum ada sedikit pun suara-suara pembelotan. Baik di tingkat pengurus maupun anggota DPRD dari Golkar. Tapi kemungkinan itu tetap saja ada. Kami akan mengantisipasinya dengan sering berkoordinasi dengan mereka," papar Pedro.Mengenai target suara Mega di Jateng, Pedro mengatakan berdasarkan hitung-hitungan sementara Mega diharapkan akan mendulang 9 juta suara. Hal itu didasarkan atas perolehan suara Partai Golkar, PDI-P, PPP, dan PDS. Akan bertambah jika PKB juga ikiut mendukung Mega."Itu bisa terjadi kalau golput tak mencapai 15%. Tapi kalau golputnya tinggi ya suara Mega bisa turun," ujar Pedro pendek.
(asy/)











































