Ubur-ubur yang merupakan sejenis binatang laut, kelas Scyphozoa. Tubuhnya berbentuk payung berumbai berwarna putih atau bening dan lunak seperti spoon namun dapat menyebabkan gatal pada kulit bila bersentuhan.
Menurut Komandan SAR Parangtritis, Ali Sutanto, ubur-ubur tersebut mulai muncul di kawasan pantai selatan sekitar satu minggu yang lalu. Puluhan wisatawan yang tersengat ubur-ubur sehingga kulit merasa gatal seperti terbakar. Bahkan ada pula wisatawan yang pingsan akibat terkena sengatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan ubur-ubur biasanya muncul sekitar sore hari atau saat air pasang. Karena hewan tersebut merupakan hewan lunak, maka mudah terbawa air laut hingga ke pinggir.
Meski sengatan ubur-ubur tidak terlalu membahayakan katanya, banyak wisatawan yang pingsan akibat sengatan racun ubur-ubur. Seringkali wisatawan yang mandi di laut tidak menyadari bila tubuhnya terkena sengatan saat berada di air.
"Kami terus mengimbau dan memberikan peringatan pada wisatawan agar tidak mandi di laut. Selain ada palung dan ombak besar, tapi juga munculnya ubur-ubur," katanya.
Untuk mengobatinya bisa menggunakan pasir pantai kemudian dibasuhkan ke badan yang terkena. Selain obat balsem, bisa pula menggunakan ramuan tradisional seperti cabe rawit yang pedas dan bawang. "Bila parah bisa langsung di bawa ke Puskesmas Kretek," katanya.
(bgs/mad)











































