Pantauan detikcom di lokasi, terdapat lima buah tiang penyangga setinggi empat meter yang mengalami keropos parah hingga tampak rangka besinya, dan belasan potensi rusak parah. Di samping itu, terdapat banyak tumpukan sampah di sekitar lokasi dan titik-titik api pembakaran sampah.
Selain pembakaran sampah yang dilakukan di bawah kolong, terdapat puluhan kandang hewan ternak, di antaranya bebek, kambing, dan ayam. Pembuatan kandang ternak di bawah kolong ini ternyata untuk menghindari pembuangan sampah di bawah jembatan layang oleh warga sekitar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu nggak dirontokin sama orang, itu rontok sendiri. Bahannya kurang. Itu juga ada tiang yang keropos kena api bakar sampah. Tempat penampungan sampah sebagian sudah jadi rumah. Mana buang di TPS harus bayar, mana mau masyarakat," kata warga yang mengaku bernama Jaya pada wartawan di lokasi, Senin (18/6/2012).
Lokasi TPS berada di gang 21 RW 07, dekat dengan lokasi keroposnya sejumlah tiang penyangga jembatan layang Papango. Jaya menambahkan pasar dan warga sekitar juga turut membuang sampah di kolong jembatan tersebut.
"Ini pasar juga buang di sini, pasar Kober, Warakas 1 gang 23. Jadi ini sampah dari mana saja, Warakas juga buangnya ke sini. TPS itu dimanfaatin sama orang, buang harus bayar. Jadi pada buang ke sini," keluh Jaya.
Walau tidak mengkhawatirkan keroposnya tiang penyangga tersebut, Jaya berharap ada tempat penampungan sampah yang lebih besar dan tidak dipungut biaya. Dan agar tidak menumpuk, ia menginginkan adanya truk pengangkut sampah yang besar.
"Maunya ada tempat sampah dan mobil besar, dan gratislah. Gratis saja sudah malas buang jauh-jauh," ungkap Jaya.
(vid/gah)











































